Jumat, 23 Desember 2022

PBL, Efektifkah?

<script async security="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2777427864397362"

     crossorigin="anonymous"></script>


Pembelajaran Berbasis Proyek menjadi efektif bagi guru dimasa sekarang. Sebelum masuk kesana lebih dalam saya sarankan pada anda untuk segera tinggalkan gaya pembelajaran lama anda yang sudah basi. Refresh pemikiran anda terutama para guru yang berpikiran skeptis. Kenapa begitu? Tampilan kelas nantinya jadi lebih mandiri  dan pemanfaatan waktu lebih ditekankan. Ini seperti tawaran yang harus anda pilih. Apakah anda akan menanamkan lebih banyak energi dan kegembiraan ke dalam kelas? Faktanya, dalam kelas anda begitu monoton dan membosankan dimana anda adalah pusat proses belajar dan mengajar. Anda selalu memaksakan tampilan anda untuk menjadi sosok pintar dan berpengetahuan di depan kelas. Siswa anda hanya objek dalam durasi pembelajaran anda. Anda tidak memberikan kesempatan pada mereka untuk mengembangkan keilmuan mereka. 

Apakah anda akan gunakan pedagogis yang dapat menjadi pendorong  siswa dengan pemikiran kritis? Padahal, anda menjadikan siswa anda menjadi pengikut teori teori yang mereka hafalkan. Apakah anda akan memfasilitasi pembelajaran kolaboratif? Sedangkan, siswa anda adalah objek pembelajaran untuk transferan ilmu pengetahuan. Apakah anda menutup mata dengan era digitalisasi sedang menatap tajam pada anda? Parahnya, siswa anda sedang bersiap, dalam, dan akan kearah era digitalisasi. Semua ini seperti  keledai yang memaksakan diri menjadi tunggangan pasukan kavaleri dalam sebuah penyerbuan pasukan musuh dalam sebuah pertempuran.

https://www.blogger.com/blog/post/edit/8563148637061168596/8125625517101167124

Mustahil kita menunggu petus tungga (petir tunggal) untuk lepas dari gigitan mingkaruang (kadal). Petus yang akan menyelesaikan semua masalah yang diperburuk oleh Covid-19 atau ujian negara. Ada kemungkinan bahwa dengan sedikit kreativitas yang bijaksana, kita dapat mengakhiri tahun akademik ini dengan catatan yang kuat dengan menggunakan PBL. Harapan ini sering diberhentikan karena dianggap sebagai "hal lain di piring kita yang sudah penuh," tetapi seperti yang dibagikan penulis John Spencer dalam artikelnya "Tujuh Mitos Menjaga Guru Dari Menerapkan Proyek Kreatif," "Ketika saya beralih ke pendekatan , saya menyadari bahwa itu bukan tentang menambahkan Pembelajaran Berbasis Proyek sesuatu yang baru ke piring. Itu tentang menata ulang piring saya.” Tetapi bagaimana rasanya “mengatur ulang piring anda” dengan cara yang dapat membantu meringankan beberapa tantangan yang tampaknya tidak dapat diatasi yang anda hadapi setiap hari? Tinggal di anda, apakah anda sudah 'kalansangan'?


Tidak dapat disangkal bahwa beberapa tahun terakhir ini telah memakan korban. Tetapi jika kita memikirkan kembali bagaimana kita menggunakan waktu yang kita miliki, jika kita fokus pada penguatan budaya kelas, dan jika kita membuat perjalanan belajar lebih transparan—dalam melayani siswa—ada peluang untuk kegembiraan dan pemberdayaan. Ada kemungkinan bahwa Pembelajaran Berbasis Proyek layak diaplikasikan. Berikut adalah tiga alasan menurut James Fester dan Erin Starkey mengapa sekarang mungkin waktu yang tepat untuk melihat Pembelajaran Berbasis Proyek.

Sesederhana itukah? Ya, sederhana sekali jika disandingkan dengan kerumitan pembelajaran dalam pikiran anda. Sederhana dan rileks. Pembelajaran Berbasis Proyek sering dianggap terlalu memakan waktu untuk direncanakan atau diimplementasikan. Siapa yang punya waktu untuk itu? Apakah itu anda? Kedengarannya melelahkan bahkan sebelum anda memulainya, jadi mengapa harus repot-repot? Bukankah kesannya seperti 'manyari angik'. Tetapi jika anda menantang asumsi anda tentang seperti apa tampilan Pembelajaran Berbasis Proyek agar “berkualitas tinggi”, anda menemukan bahwa waktu mungkin bukan penghalang sebesar yang terlihat.

https://www.blogger.com/blog/post/edit/8563148637061168596/2331605460928611320

Bagaimana jika anda berkolaborasi dengan 2 (dua) orang kolega sesama guru di sekolah anda (misalnya anda mengajar Bahasa Inggris, dengan mereka mengajar Fisika dan Informatika) untuk membuat proyek besar tentang pembuktian apakah bumi ini berputar dan berotasi? Anda bisa gunakan materi Fisika tadi secara keseluruhan dengan mengunakan Capaian Pembelajaran mata pelajaran Fisika tadi. Ini akan membuktikan bahwa gravitasi hanyalah sebuah teori dan secara hukum fisika tidak memiliki kebenaran sama sekali.  Timbul pertanyaan, lantas porsi anda sebagai guru Bahasa Inggris dan teman sejawat Informatika bagaimana? Nah, anda bisa buat percakapan dan narasi bahwa secara hukum alam tidak benar bumi ini berputar dan berotasi dalam Capaian Pembelajaran anda. Bagaimana dengan mata pelajaran Informatika? Anda tinggal dokumentasikan pakai rekam digital semua yang mungkin dan layak untuk anda jadikan blog, vlog, tik tok, youtube, instagram, podcast dan lain lain. 


Berkolaborasi tidak hanya dapat membantu meringankan setiap perencanaan pelajaran dan beban penilaian anda, tetapi juga dapat memberdayakan siswa dengan menyoroti betapa pembelajaran yang sebenarnya dapat terjadi. Tidak hanya anda, rekan sejawat mata pelajaran lain dalam proyek yang dikolaborasikan merasakan ini. Bayangkan dampak yang akan anda peroleh dari berkolaborasi 3 (tiga) mata pelajaran tadi. Ini seperti pada abad "imperial age" anda bertempur dengan pasukan lengkap (infanteri, kavaleri, archer,  dan trebuchet). Anda dapat bayangkan betapa hebatnya Pembelajaran Berbasis Proyek. Wajah pembelajaran akan jadi ceria dan menyenangkan dengan sedikit tantangan yang renyah. 3 (tiga) mata pelajaran menggarap suatu isu besar yang membulalikkan mata dunia. Kolaborasi yang menjawab semua pertanyaan diawal tadi.

Waktu selalu menjadi tantangan, dan baru-baru ini tampaknya semakin akut. Penelitian menunjukkan bahwa, rata-rata, anda kehilangan sekitar 7–10 menit waktu pengajaran per hari karena masalah manajemen umum seperti perilaku di luar tugas dan 6–7 menit lagi karena gangguan umum seperti panggilan telepon atau kunjungan mendadak oleh kepala sekolah. Menit yang hilang ini bertambah menjadi jam pada akhir bulan dan minggu pada akhir tahun. Namun, sebagian besar guru berbasis proyek tidak terlalu menganggap gangguan atau sebagai masalah karena dua alasan penting: Mereka cenderung tidak selalu menjadi pusat pengajaran, dan mereka memiliki struktur yang terkenal untuk membantu siswa tetap terlibat.

https://www.blogger.com/blog/post/edit/8563148637061168596/340944030051609025



Ikuti semua di:

https://chat.whatsapp.com/EuuU3aWnMvQLsQoPzXWd8g

https://www.facebook.com/groups/1161463424621364/?ref=share

https://padirabah.blogspot.com

https://cewangputih.blogspot.com

@pblcenter_

@4alam_official


1 komentar:

Donny Boy mengatakan...

Semoga bermanfaat bagi semua