Guru dengan segala yang ada dengannya sebenarnya saat ini merasa keseimbangan di tempat kerja mereka sepertinya mulai renggang. Apalagi setelah air besar yang bernama 'plandemi' global dan 'merdeka belajar' nasional. "Sakali aia gadang sakali tapian barubah" mulai terasa seperti tidak cukup waktu, terlalu banyak perubahan administrasi pembelajaran, dan terlalu banyak siswa dengan kebutuhan kompleks untuk ditangani oleh satu guru saja.
Namun guru umumnya menemukan cara untuk bertahan dan mempertahankan kesejahteraan fisik, mental, dan emosional mereka. Bilang masa terakhir ini, segalanya terasa berbeda. Prognostikator yang membayangkan tahun ini akan lebih mudah daripada tahun sebelumnya sayangnya keliru. Tawuran, apalagi serangan yang lebih bersifat "main cido" dan kelelahan covid. Gaji yang tidak mencukupi, TDL naik, dan BBM melambung. Ketidakpercayaan pada penegakan hukum, pengurusan negara yang culas didepan mata dan dukungan yang tidak memadai. Ketika para guru berjuang dengan beban gabungan dari masalah-masalah diatas, itu telah menyebabkan ketidakseimbangan fisik, psikologis, dan emosional yang lebih besar bagi para pendidik bangsa kita daripada sebelumnya. Beban berat bagi mereka bagaimana menjelaskan semuanya eksplisit pada anak didik mereka.
Ada biaya nyata untuk stres yang dialami guru saat ini. Saya yakin (hipotesa) bahwa mereka mungkin mulai berfikir meninggalkan profesi lebih awal. Tapi ada alasan lain yang menyebabkan mereka tidak berani mengungkapkannya. Ada juga mungkin menyatakan bahwa mereka menganggap kelelahan dan kebosanan sebagai sesuatu yang agak atau sangat serius. Dibandingkan dengan populasi umum, persentase guru yang lebih tinggi melaporkan seringnya mengalami stres dan gejala depresi terkait pekerjaan. Belum lagi penyakit lain seperti diabetes, maagh, hipertensi, dan stroke ringan, sakit kepala, dan vertigo. Ada alasan baru yang mungkin harus diperhatikan, yaitu kurikulum merdeka. Ini seperti "takok uwok" saja, guru yang sekolahnya dalam frame Sekolah Penggerak atau Program Keunggulan dan yang berada dalam Komite tersebut sepertinya akan mulai terlihat "pirang" dan "pirau". Terlebih disini GP, CGP dan yang akan ikut yang begituan.
Untuk membangun dan mempertahankan staf pengajar yang sangat efektif, kita harus mengakui bahwa praktik manajemen sangat memengaruhi pendidik kita. Sama pentingnya dengan kepemimpinan instruksional, itu tidak akan menyelesaikan ketidakseimbangan profesional guru antara tuntutan pekerjaan dan sumber daya yang tersedia. Kepemimpinan emosional, atau kepemimpinan yang cenderung pada kesejahteraan sosial dan emosional orang dewasa di sekolah, secara eksplisit ditujukan untuk menyeimbangkan tuntutan pekerjaan dan sumber daya sehingga guru dapat mengalami keadaan sejahtera di tempat kerja. Kepemimpinan emosional dapat membantu mengatasi keadaan ketidakseimbangan guru saat ini.
PERSAMAAN PERMINTAAN-SUMBER DAYA
Pertimbangkan persamaan yang menempatkan tuntutan pekerjaan di satu sisi dan sumber daya pekerjaan di sisi lain. Ketika tuntutan pekerjaan melebihi sumber daya pekerjaan, ketidakseimbangan muncul, berdampak negatif pada guru. Misalnya, peningkatan tingkat stres dapat menyebabkan penurunan kinerja, kepuasan kerja, dan komitmen organisasi. Semakin berat dirasakan oleh guru yang akan pensiun, karena berhentinya aktifitas setelah itu, apalagi mereka yang tidak mempersiapkannya. Semua faktor tersebut meningkatkan potensi peningkatan kelelahan dan gesekan, yang mengalir menuruni bukit untuk berdampak pada anak-anak.
Tuntutan pekerjaan tahun ini termasuk mengajar anak-anak serta stres seperti kesadaran akan keselamatan sekolah atau potensi konsekuensi dari ikut serta dalam jual-beli buku dan LKS disekolah yang telah mendarah daging terlibat dalam pendidikan rusak-rusakan. Sumber daya potensial, dalam konteks ini, termasuk dinamika pendukung yang tidak berwujud seperti waktu, kontrol pekerjaan, dukungan sosial, atau kepemimpinan yang mendukung. Ketika sumber daya kurang, guru lebih rentan terhadap stres dan mulai mengalami kelelahan dan kebosanan. Mereka butuh sedikit hiring sesuai passion relaksasi yang merefresh pikiran mereka. Bukan jalan-jalan yang malah lebih menghabiskan waktu di perjalanan yang malah menambah stres. Apalagi ini adalah bagian dari permainan biro perjalanan yang tanpa disadari menjadikan sekolah dan anak murid pangsa pasarnya.
Konsekuensi jangka panjang dari ketidakseimbangan yang meresap dan mahal, baik secara ekonomi maupun pribadi. Ketidakseimbangn kemistri yang secara psikologis mulai saling "memudurkan" lampu rekan sejawat di sekolah secara langsung berdampak pada biaya perawatan kesehatan fisik dan mental; dalam jangka panjang, ketidakseimbangan menjadi semakin mahal karena meningkatnya biaya hidup, penurunan produktivitas, dan beban kerja.
MENCIPTAKAN SALDO YANG LEBIH BAIK
Kenneth Leithwood, seorang profesor kepemimpinan di University of Toronto, mengidentifikasi empat "jalur" kepemimpinan sekolah: (1) jalur rasional, (2) organisasi, (3) keluarga, dan (4) emosional. Tiga yang pertama berhubungan dengan para pemimpin yang menginvestasikan waktu dan sumber daya dalam pengajaran, operasi, dan hubungan. Namun, jalur emosional jarang ditangani. Kepemimpinan emosional membawa peningkatan keseimbangan dengan memusatkan jalur emosional, merawat kebutuhan emosional masyarakat yang dapat dihasilkan dari tekanan ketidakseimbangan pekerjaan.
Jadi, bagaimana mungkin seorang pemimpin yang selaras secara emosional bekerja untuk menyeimbangkan persamaan permintaan-sumber daya di sekolah. Ini mengisyaratkan bahwa tidak sama antara sumber daya dan kepangkatan. Apalagi adanya adegium PGPS (Pinter Goblok Penghasilan Sama).
Mengurangi tuntutan: Pertama, sebagai pemimpin, kita perlu belajar mengurangi. Sangat mudah untuk percaya bahwa kita perlu menambahkan lebih banyak program untuk mengatasi beberapa kekurangan dari beberapa tahun terakhir. Otak kepemimpinan kami sangat menyarankan kami untuk menambahkan, tetapi pola pikir ini meningkatkan tuntutan pada waktu, fokus, dan energi guru. Sebaliknya, pemimpin sekolah perlu berpikir jangka panjang dan mempertimbangkan untuk mengurangi tuntutan dengan cara berikut:
Mengurangi tuntutan energi mental guru. Sebagai kampus sekolah, fokuslah untuk mencapai satu tujuan peningkatan sekolah yang penting, seperti mengembalikan semua siswa ke tingkat kelas. Jika ada masalah disitu berarti ada emosionalitas guru dengan siawa ada gannguan. Kemudian, lihat apakah fokus tersebut memiliki dampak yang lebih besar daripada jika anda berfokus pada empat hingga enam tujuan. Dari sudut pandang kepemimpinan emosional, strategi ini dapat mengurangi stres dan kelelahan serta meningkatkan rasa kemanjuran guru dengan meminimalkan kebutuhan untuk mengatur berbagai prioritas. Guru yang berpotensi emas tidak muncul serta merta karena lebih cenderung tertutupi.
Mengurangi tuntutan waktu guru. Audit setiap permintaan yang diajukan pada guru yang tidak secara langsung berdampak pada tujuan penting yang anda identifikasi di atas, dan tunda untuk sementara waktu untuk melihat apa yang terjadi. Lihat semua rapat, laporan, dan tanggal pengujian anda dan tanyakan dengan kejam, “Jika kita tidak melakukan ini lagi, apakah itu akan merugikan siswa kita?” Jika ya, pertahankan; jika tidak, jeda. Anda selalu dapat menambahkan hal-hal lain yang membuat kembali jadi baik. Anda mencoba untuk membebaskan waktu bagi guru untuk merasa seperti mereka memiliki kendali lebih besar atas hidup mereka. Misalnya, izinkan guru menggunakan waktu perencanaan mereka untuk perencanaan aktual sebanyak mungkin. Tidak malah serta merta ikut menenggelamkan emas tadi. Sekali lagi, dari sudut pandang kepemimpinan emosional, strategi ini dapat mengurangi stres dan kelelahan serta menyangga waktu guru untuk lebih fokus pada siswa.
Nyatakan secara eksplisit apa yang tidak penting. Kejelasan ini adalah kuncinya: Setelah anda mengurangi jumlah tujuan untuk guru, anda juga harus mengklarifikasi apa yang tidak perlu dikhawatirkan oleh guru untuk diselesaikan. Memberikan fokus berarti tidak hanya mengurangi jumlah tuntutan yang anda buat pada guru, tetapi juga memperjelas tuntutan yang sebelumnya dipegang sekarang dapat hilang dari radar mereka.
Meningkatkan sumber daya untuk dukungan: Setelah mengurangi tuntutan, pertimbangkan untuk meningkatkan sumber daya jika persamaannya masih belum seimbang.
Kembalikan sebanyak mungkin keputusan kembali kepada guru, terutama jika menyangkut siswanya. Kontrol pekerjaan adalah faktor terbesar yang membantu guru merasa puas dengan pekerjaan mereka. Dari sudut pandang kepemimpinan emosional, memberikan lebih banyak kontrol kembali kepada guru dapat membantu mengembangkan lebih banyak kepercayaan dan kepuasan kerja.
Penelitian telah menunjukkan bahwa guru membutuhkan kepemimpinan yang suportif untuk membangun kepercayaan, efikasi diri, dan motivasi. Para pemimpin harus belajar untuk mendukung kebutuhan emosional umum yang paling sering disebutkan sebagai penting untuk kesejahteraan guru. Ini dapat didukung oleh para pemimpin yang belajar bagaimana mengenali ketika mereka rendah dan membangunnya melalui tindakan kepemimpinan seperti memperkuat makna menjadi seorang guru atau membantu mereka mengelola situasi yang penuh tekanan. Anda akan temukan guru emas yang jelas berbeda. Sayang jika itu anda abaikan, dan tidak mudah berada pada waktu dan tepat.
Guru mungkin berada di tengah-tengah pengunduran diri yang besar, dan ada sedikit misteri mengapa. Guru telah menjalani kehidupan yang tidak seimbang terlalu lama, dan administrator telah mengabaikan untuk menyediakan alat untuk menyeimbangkan tuntutan pekerjaan dan sumber daya, sehingga tidak tertarik untuk hal administratif. Dengan mengurangi tuntutan dan mendukung guru dengan lebih banyak sumber daya, pemimpin sekolah dapat meningkatkan kepuasan dan komitmen guru pada profesinya. Jadilah pemimpin yang tidak sebatas menorehkan foto anda yang terpampang, tapi torehkanlah foto foto yang dipampangkan dalam lembaran lembaran lain yang dikenang banyak orang.
Cigok:
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid02g5zSBBR6nRfwhuk2sPdTUfKVxv9SGZvyoJ7NvbVea1c7icFdFHmSnCxRg6wB2MtVl&id=100079854677338
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid09psnbKyEPRG4bBZZjVbVCQ8SKVPds266c5bNoExudc64d2Nsp8QYkKVVtrCdeXN6l&id=100079854677338
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid02EbcZ9fZySjmZFk2cTUKZ389dx5UwjRX7kFtqJymGde7g3Vhg2xenHqS1rt8jZ6Mml&id=100079854677338
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid0ajciHBifxAL98ehChvg4onPvpkJQMwuSDfuk4cbSenbyNGYyC4KqUy3bkDF2g8tAl&id=100079854677338
Gabung dengan kami :
https://chat.whatsapp.com/EuuU3aWnMvQLsQoPzXWd8g
https://www.facebook.com/groups/1161463424621364/?ref=share
https://www.instagram.com/p/ChoKt2UPZ8o/?igshid=MDJmNzVkMjY=
Jika menurut anda ini bermanfaat untuk orang lain, silahkan dibagikan agar lebih tersebar.