Minggu, 25 September 2022

Bagaimana Memulai Membangun Budaya PBL Sejak Awal


Anda bisa ikuti kami di;

https://chat.whatsapp.com/EuuU3aWnMvQLsQoPzXWd8g

https://www.facebook.com/groups/1161463424621364/?ref=share

https://www.instagram.com/p/ChoKt2UPZ8o/?igshid=MDJmNzVkMjY=

https://padirabah.blogspot.com

https://cewangputih.blogspot.com

Ditulis oleh John Larmer, PBLWorks, dialihbahasakan dan diedit oleh "cewangputih"


Pembelajaran Berbasis Proyek yang efektif bukan hanya tentang merancang proyek yang baik dan mengelolanya dengan baik; ini juga tentang menciptakan budaya yang tepat di kelas. Ini sangat penting, dan itulah mengapa kami membuat bab "Membangun Budaya" di salah satu buku kami Pengajaran Berbasis Proyek.

Seperti yang dikatakan penulis kami Suzie Boss: “Budaya kelas memiliki makna khusus dalam PBL. Ketika tujuannya adalah untuk mendorong penyelidikan, pengambilan risiko, ketekunan, dan pembelajaran mandiri, budaya terlalu penting untuk dibiarkan begitu saja. Membangun budaya yang tepat untuk PBL membutuhkan upaya dan perhatian berkelanjutan baik dari guru maupun siswa. Alih-alih disembunyikan, budaya PBL perlu dibangun, diperkuat, dan dirayakan secara terbuka".

Sangat penting untuk memulai tahun ajaran baru dengan membangun budaya. Jika tidak, pikirkan bagaimana perasaan siswa yang terbiasa dengan budaya kelas tradisional jika mereka tiba-tiba tenggelam dalam proyek yang meminta mereka mengambil risiko, bekerja secara mandiri dari guru, berkolaborasi, terlibat dalam kritik dan revisi, dan semua unsur-unsur lain dari PBL Standar Emas. Mereka akan merasa seperti orang asing di negeri asing. Bagaimanapun, dalam budaya kelas tradisional, anda biasanya akan menemukan:

  • Guru memberikan instruksi atau informasi saat siswa mendengarkan secara pasif
  • Aturan yang ditetapkan oleh guru
  • Baris meja individu
  • Siswa bekerja secara individu (dan di beberapa ruang kelas di sekolah menengah, tidak diketahui oleh guru mereka)

Seperti yang saya bahas dalam posting blog ini dan posting ini, guru PBL memulai tahun ajaran dengan proyek mini atau beberapa kombinasi kegiatan yang akan menyiapkan siswa untuk sukses ketika seorang guru meluncurkan unit PBL pertamamya. Berikut adalah 4 ide untuk membangun budaya PBL, dimulai dari hari pertama...

  1. Kembangkan hubungan di antara dan dengan siswa.
  2. Kenali siswa dengan cepat, mungkin dengan meminta mereka melakukan survei tentang minat dan kekuatan mereka, atau membuat poster atau infografis tentang diri mereka sendiri. Ini akan membantu nanti dengan Praktek Pengajaran Berbasis Proyek lainnya, “Libatkan dan Pelatih”, dan proyek desain yang autentik bagi siswa.
  3. Mintalah mereka untuk mengenal satu sama lain lebih baik juga, bahkan jika mereka pikir mereka sudah mengenal teman sekelas mereka dari tahun-tahun sebelumnya. Murid-murid saya selalu menikmati “perburuan pemulung” untuk mencari tahu kesamaan mereka dan hal-hal unik tentang teman sekelas mereka.
  4. Gunakan aktivitas yang menyenangkan, dari permainan hingga tantangan fisik hingga tantangan mental—dengan pembekalan untuk refleksi—sebagai pembangun tim untuk mempersiapkan mereka untuk kolaborasi yang akan datang dalam proyek. Bersama-sama menciptakan norma kelas.
Beberapa guru PBL (seperti Maggie McHugh di La Crosse Design Institute, anggota baru dari Fakultas Nasional kami) lebih suka menyebut norma sebagai "perjanjian komunitas" karena menekankan sesuatu yang penting dalam budaya PBL: bahwa kelas adalah komunitas pelajar, termasuk guru.

Alih-alih menetapkan hukum dengan cara top-down, seperti aturan kelas tradisional, memfasilitasi proses bagi siswa untuk menghasilkan norma, kemudian mencapai konsensus pada daftar (tidak terlalu panjang) untuk seluruh kelas dan menempelkannya di dinding.

Praktek protokol dan menetapkan rutinitas.

Ini akan sangat membantu selama proyek jika siswa sudah terbiasa dengan protokol dan rutinitas; anda tidak akan memperlambat proyek dengan mengajari mereka proses baru, dan anda akan melihat partisipasi dan kedalaman pemikiran yang lebih besar. Latih protokol untuk kritik dan revisi seperti charrette, galeri walk, dan protokol penyetelan—dan jaga agar tetap rendah, tidak dinilai, dan bahkan menyenangkan.

Beberapa guru, misalnya, membagikan sesuatu yang telah mereka buat (yang mungkin konyol atau jelas cacat) dan meminta kritik. Berlatih rutinitas untuk hal-hal seperti menetapkan peran dan tugas tim, menggunakan alat manajemen proyek, pemikiran desain, melakukan riset online, dan mewawancarai pakar.

Rancang lingkungan kelas fisik yang kondusif untuk Pembelajaran Berbasis Proyek.

Ini jelas sesuatu yang anda mulai sebelum hari pertama, meskipun melibatkan siswa dalam menciptakan ruang fisik di kelas mereka juga merupakan ide yang bagus.

Pikirkan tempat duduk yang fleksibel, stasiun kerja, ruang penyimpanan yang mudah diakses, permadani, tanaman, pencahayaan lembut… dan pekerjaan siswa (mungkin dari proyek tahun sebelumnya) di dinding, untuk digantikan oleh pekerjaan siswa tahun ini. Semuanya mengirimkan pesan tentang apa artinya bekerja dengan gaya PBL.


John is an education consultant and writer. He was the editor in chief at PBLWorks for many years



Rabu, 21 September 2022

Bagaimana Wakasek Dapat Memoengaruhi Iklim Sekolah



Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) sebenarnya berada dalam posisi yang strategis untuk membangun hubungan dengan siswa, mengamati dinamika kelompok siswa, peralatan sekolah, alat pendukung sekolah dan pembelajaran, kelancaran proses belajar mengajar, menciptakan kemistri harmonis inter dan antar guru siswa dan tenaga kependidikan, hubungan internal, eksternal dan pihak ketiga, membangun sinergi semua komponen pendukung kemajuan sekolah dan mencegah masalah sebelum dimulai, sampai semuanya bermuara pada Kepala Sekolah. Semuanya adalah kemampuan standar yang bisa dipelajari, tapi semuanya jadi berbeda ketika itu dipegang oleh mereka yang gagasan cemerlang. Sayangnya kecemerlangan tidak bisa ditiru. Pastinya tidak semua orang memilikinya.

Sebelum melangkah kepada penjelasan ideal dari bahasan ini, saya ingin memberitahu kekonyolan lumrah di sekolah yang ditutupi. Mustahil mendapatkan wakil kepala sekolah cemerlang kalau penentuan mereka dari hasil pemilihan suara. Mirip dengan PGPS (Pintar Goblok Penghasilan Sama) dan kepangkatan bukan menentukan kepintaran seseorang. Anda membenarkannya tapi terpaksa anda sangkal karena anda mengikuti permainan tersebut. Menggelitik lagi, kenapa bisa terjadi? Ini didedikasikan kepada Sekolah yang akan melaksanakan pemilihan Wakasek. Apalagi anda yang berminat disitu untuk literasi anda menjadi Wakasek. Mudah mudahan bisa menjadikan sekolah anda hebat, kontras dengan hanya jargon hampir semua sekolah menambahkan kata 'hebat' setelah angka sekolahnya. "Misalnya SMA/SMK Negeri 378 hebat", dibawah foto guru sambil mengacungkan jempol tangan kanan seperti like pada postingan di medsos.

Iklim sekolah sebenarnya adalah sesuatu yang dapat anda pengaruhi dan pantau sebagai wakasek. Karena visibilitas anda di seluruh sekolah, anda dapat mewujudkan iklim sekolah untuk orang lain pada saat yang sama anda mengawasinya. Ambil suhunya, lalu bekerja untuk mengaturnya. Gruenert & Whitaker, 2015, merekomendasikan pemeriksaan suhu harian sekitar pertengahan pagi dan sekali lagi setelah makan siang. Tidak butuh banyak waktu. Di antara kelas, dengarkan suara di lorong, terutama jika anda berjalan berada di balik pintu tertutup dan tidak terlihat. Lakukan beberapa penelusuran kelas. Tanyakan kepada guru piket di depan, bagaimana keadaannya. Pada dasarnya, lakukan apa pun yang anda bisa untuk mengukur dengan cepat sikap, keadaan pikiran, dan perasaan kelompok, karena iklim sekolah merupakan indikator moral secara keseluruhan, penting dalam memahami sistem sosial sekolah.

Tip: Data iklim sekolah tidak hanya berupa angka; mereka observasional. Jika anda mengamati sesuatu berulang kali saat anda berjalan di sekitar bangunan sekolah anda yang tampaknya memengaruhi perasaan, atau jika sesuatu yang sangat besar membalikkan keadaan, keduanya layak untuk dianalisis.

Poin terakhir mengenai pengukuran suhu adalah bahwa begitu anda menentukan iklim pada hari tertentu, anda dapat melakukan sesuatu untuk itu. Cari apa pun yang menghalangi nada positif dan profesional di antara siswa dan tentukan pelakunya. Poin yang harus anda lakukan adalah mencari hal-hal yang, jika tidak segera ditangani, dapat mengakibatkan siswa membuat keputusan yang buruk dan mendapat masalah. Kemudian, habiskan beberapa upaya untuk mengoreksi jika perlu.

Tip: Jika iklim sekolah berubah, jadilah pelayan yang baik, bukan penyelamat. Jika ada alasan yang sah untuk kesedihan atau kesedihan dalam tubuh siswa, jangan mencoba untuk membalikkannya secara artifisial. Gunakan keaslian sebagai panduan anda.

Anda selalu dapat melakukan pemeliharaan iklim preventif. Ini mungkin termasuk memastikan anda memiliki harapan yang jelas untuk perilaku dan konsekuensi untuk perilaku buruk dan bahwa anda mengukur upaya anda dalam hal keadilan dan kesetaraan melalui analisis data (Austin, O'Malley, & Izu, 2011). Apa yang bisa menjadi data anda? Mereka dapat mencakup jumlah rujukan kantor, jumlah keterlambatan atau ketidakhadiran, jumlah siswa yang ingin meninggalkan sekolah lebih awal, dan sebagainya. Tidak terletak pada orang atau situasi yang dihindari siswa; itu mungkin sesuatu di luar sekolah yang menciptakan kekhawatiran, kekhawatiran, atau pengasingan diri.

Jangan hanya melihat di permukaan. Perhatikan apa yang terjadi ketika kelompok siswa bubar dan pindah ke kelas. Pahami nuansanya. Bagaimana para anggota berperilaku ketika mereka menjadi individu sekali lagi dan berjalan menyusuri lorong? Jangan mengabaikan intuisi anda ketika ingin memahami ekosistem anda; jangan menulis hal-hal kecil sebagai kebetulan atau efek samping dari sesuatu yang jelas tetapi mungkin tidak penting. Goleman (2013) mencatat bahwa apa yang kita lihat sebagai efek samping dalam sistem salah nama; mereka bukan efek dari sistem. Berpikir bahwa suatu sistem memiliki efek samping adalah pemahaman yang salah; semua terjadi karena suatu alasan.

Dalam melihat dinamika grup dan individu, perbesar, perkecil, dan pindai elemen baik mikro maupun makro. Lihat grup ke grup juga. Saya suka deskripsi Goleman (2013) tentang bagaimana "bukaan emosional, kemampuan untuk merasakan isyarat halus seperti itu dalam sebuah kelompok, beroperasi sedikit seperti kamera. Kita bisa memperbesar untuk fokus pada perasaan satu orang, atau memperkecil untuk mengambil kolektif”. Perhatikan tren dari waktu ke waktu, tren yang luput dari kedekatan saat ini. Jangan lewatkan hal-hal tak kasat mata yang memengaruhi lingkungan sekolah dari waktu ke waktu, namun selalu hadir. Kami mendengarkan suara gemerisik di dedaunan yang mungkin menandakan harimau yang sedang mengintai. Tetapi kita tidak memiliki kesadaran persepsi yang dapat merasakan penipisan lapisan ozon atmosfer, maupun karsinogen dalam partikel yang kita hirup pada hari yang berkabut. Keduanya pada akhirnya bisa berakibat fatal, tetapi otak kita tidak memiliki radar langsung untuk ancaman ini (Goleman, 2013).

Wakil kepala sekolah perlu meluangkan waktu dalam pengamatan yang penuh upaya dan bernuansa, jika pengawasan memungkinkan. Berdiri dengan tujuan. Jangan hanya melihat apa yang siswa anda lakukan; melihat apa yang tidak mereka lakukan. Pikirkan hal-hal dari sudut pandang anda, tetapi juga dari sudut pandang mereka. Bagaimana mereka melihat dunia, saat ini, melalui mata mereka? Pengaruh apa yang mungkin ada untuk perilaku mereka dan apa yang dapat dikatakan ini tentang orang lain? Isyarat kontekstual adalah karunia kita; mereka menandakan apa yang terlihat di depan kita serta apa yang tidak terlihat namun masih berdekatan. Jika kita bertanya pada diri sendiri, “Apa artinya ini?” rasa ingin tahu yang sehat akan membantu kita dengan baik dalam pencegahan lingkungan melalui ketajaman pengamatan.

Anda akan bertanya, bagaimana dengan problematika pada wakil kepala sekolah bidang lain? Ya, mereka semua adalah gambaran umum deskripsi dalam perrimbangan. Tapi paling tidak mereka bisa dijadikan landasan komprehensif dalam bertindak. Sedangkan lainnya jika anda sisitu, itulah yang saya maksud kecemerlangan dengan ide baru kreatif yang membedakan anda dengan yang biasa. Guru seperti ini tidak banyak dan cenderung tidak tertarik tampil kepermukaan, tapi sebenarnya mereka sangat mudah distempeli. Sayangnya guru biasa akan cenderung mematikan lampunya dengan alasan sederhana tidak sesuai dengan selera mereka.

Bagaimana dengan Kepala Sekolah? Ya, proses rekrutmen Wakil Kepala Sekolah saja memungkinkan untuk mengalahkan kecemerlangan, sedangkan Kepala Sekolah berasal dari sistim diatas. Ditambah lagi faktor kedekatan dengan penguasa dan atau faktor kedekatan dengan yang dekat penguasa lebih dominan. Wow, ya begitulah karena kemampuan hanyalah masalah secarik kertas.


Gabung dengan kami :

https://chat.whatsapp.com/EuuU3aWnMvQLsQoPzXWd8g

https://www.facebook.com/groups/1161463424621364/?ref=share

https://www.instagram.com/p/ChoKt2UPZ8o/?igshid=MDJmNzVkMjY=






Sabtu, 10 September 2022

Apa Itu Pembelajaran Berbasis Proyek?



Berbicara tentang PBL bagi anda sebagai seorang guru pada Sekolah Penggerak dan atau Program Keunggulan sepertinya sudah "lanyah" bagi anda. Bak kata orang, kalau diibaratkan sopir "oto", anda akan membawanya dengan sebelah tangan. Anda dengan literasi yang anda dapatkan dari dan selama lokakarya, IHT dan zoom layaknya ringan tangan anda dan cepat kaki anda berjalan. Tapi ketika ditagih apa itu PBL? Bagaimana anda melaksanakannya? Gagap gagap anda menjawabnya dan sepertinya tidak sinkron antara mulut dan memori anda. Sudah? Sekarang kita mulai dengan pertanyaan diajukan dalam mengarahkan siswa untuk menemukan unsur-unsur utama dan prinsip-prinsip suatu disiplin. Apa deskripsi anda tentang apa yang dapat anda capai di kelas dengan menggunakan PBL? PBL Berbasis Kurikulum dan Berbasis Standar. PBL membahas standar konten yang diperlukan. Dalam PBL, proses inkuiri dimulai dengan pertanyaan pemandu dan cocok untuk proyek kolaboratif yang mengintegrasikan berbagai mata pelajaran dalam kurikulum. Pertanyaan diajukan yang mengarahkan siswa untuk menemukan unsur-unsur utama dan prinsip-prinsip suatu disiplin.

PBL itu mengajukan pertanyaan atau mengajukan masalah yang dapat dijawab setiap siswa. Dalam melaksanakan PBL anda dan atau siswa anda dapat jadikan berikut ini sebagai acuan awal Anda dan atau siswa anda mengajukan pertanyaan penuntun, atau penting,: (contoh) "Apa itu caotic moon?, dan bagaimana dampaknya?" "Apa yang akan terjadi jika kelas anda berani membentuk melompok bisnis dengan produk nyata dan mulai bermain saham dan crypto curency?" "Apa yang terjadi jika pemikiran cabal tetap berkuasa?" "Bagaimana jika Money Monetary Theory diterapkan?" "Bagaimana kita bisa keluar dari being idiot politik?" "Kenapa masih banyak guru goblok yang masih jualan LKS dan memakai LKS dibanding membuat bahan ajar sendiri?" "Kenapa bisa seperangkat uniform murid baru di semua sekolah harganya tidak masuk akal?" "Kenapa banyak guru membenarkan jalan jalan jadi study tour?" "Kenapa koperasi di semua sekolah seperti rentenir yang hanya membunga bungakan uang?" "Ups", lima terakhir out of context.

Cigok :

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid02ZYbhEEDxBhajgNSmwJ6F4ZpnG9dMsLgPeuTf8SznEzP443JPsQPe4NEwh6myLQqJl&id=100079854677338

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid0PomLqFdk6F9PGwgbEvdR6hJztBqEQa9SXGEKc4sCktch4RXqiAmM9SsTTvCqxT6Vl&id=100079854677338

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid02Ddp1TDf3c1PghA5K62favN76EFmG5Wr7weme3NJdppf8aT6Dp3ZvizqDFFaqDYZpl&id=100079854677338

Adakah informasi lebih lanjut tentang menyusun pertanyaan penting di bagaimana cara kerja PBL? PBL sebenarnya memungkinkan siswa menyelidiki konten dengan cara yang lebih langsung dan bermakna. Anda harus menyadari bahwa anak-anak memiliki gaya belajar yang berbeda, pengalaman konkret dan langsung datang bersama selama PBL. Kunjungan lapangan, eksperimen, pembuatan model, poster, dan pembuatan presentasi multimedia adalah semua kegiatan yang layak dalam PBL. Disamping menyajikan berbagai cara bagi siswa untuk mendemonstrasikan pengetahuan mereka -- tidak ada satu jawaban yang benar.

PBL meminta siswa untuk menyelidiki isu dan topik mengatasi masalah dunia nyata. Saat mengintegrasikan mata pelajaran di seluruh kurikulum. Dengan menciptakan jembatan antar mata pelajaran, siswa melihat pengetahuan secara holistik, daripada melihat fakta yang terisolasi. Sarjana pendidikan Sylvia Chard mengatakan di situs web Project Approach-nya bahwa pendekatan proyek adalah "penyelidikan mendalam tentang topik dunia nyata yang layak mendapat perhatian dan usaha peserta didik. PBL menumbuhkan abstrak, tugas intelektual untuk mengeksplorasi isu kompleks

PBL mempromosikan pemahaman, yang merupakan pengetahuan sejati. Siswa mengeksplorasi, membuat penilaian, menafsirkan, dan mensintesis informasi dengan cara yang bermakna. Pendekatan ini lebih mewakili bagaimana orang dewasa diminta untuk belajar dan mendemonstrasikan pengetahuan. Kunjungi halaman Strategi Inti Pembelajaran Berbasis Proyek kami untuk informasi lebih lanjut tentang PBL.


Gabung dengan kami :

https://chat.whatsapp.com/EuuU3aWnMvQLsQoPzXWd8g

https://www.facebook.com/groups/1161463424621364/?ref=share

https://www.instagram.com/p/ChoKt2UPZ8o/?igshid=MDJmNzVkMjY=

Jika menurut anda ini bermanfaat untuk orang lain, silahkan dibagikan agar lebih tersebar.

Ikon Diverifikasi Komunitas

Rabu, 07 September 2022

Kepemimpinan yang Responsif secara Budaya



Sebelum memasuki kedalam artikel ini saya ingin dudukkan pada anda semua bahwa saya akan menggunakan istilah 'administrator'. Kenapa tidak menggunakan pemimpin? Karena pemimpin lahir dari bakat 'inner' individu. Sedangkan diluar itu adalah ketua, komandan, dan kepala. Indikator jelasnya adalah pemimpin adalah orang pilihan yang tidak dipilih, sedangkan diluar itu orang yang dipilih, ingin dipilih, dan kadang memaksa untuk dipilih. Pemimpin tidak semua orang bisa menjadi sedangkan yang diluar itu semua orang bisa menjadi. Pemimpin adalah jiwa sedangkan diluar itu adalah raga. Pemimpin muncul sedangkan diluar itu dimunculkan. Lebih radikal lagi perbedaan keduanya adalah; seseorang jadi miskin setelah jadi pemimpin, sedangkan diluar itu jadi kaya setelah jadi ketua, komandan dan kepala. Bedanya jelas, kontras dan signifikan tapi persamaannya adalah mereka bisa disebut unsur pimpinan. Jadi semua diluar itu saya satukan saja dalam administrator.

Administrator yang baik di sekolah adalah yang dapat terlibat dengan rekan kerja (tenaga pendidik dan tenaga kependidikan) dengan cara yang mendukung lingkungan belajar, suasana dan pikiran yang positif. Disamping lebih kuat jiwa kepemimpinan seperti pernah dikatakan oleh James Baldwin dalam pidatonya tahun 1963 berjudul “Berbicara dengan Guru,” James Baldwin berkata, “Kepada setiap warga negara ini yang menganggap dirinya bertanggung jawab—dan khususnya anda yang berurusan dengan pikiran dan hati orang muda—anda harus siap untuk bangkrut (go for broke). Baldwin meminjam ungkapan "go for break" dari sekelompok tentara bersejarah. Tentara Jepang-Amerika dari Tim Tempur Resimen ke-442 secara sukarela berperang dalam Perang Dunia II, terlepas dari kenyataan bahwa rekan-rekan Jepang-Amerika mereka ditahan di kamp-kamp interniran, dan terlepas dari kenyataan bahwa kebijakan rasis mengharuskan para prajurit pemberani ini untuk bertugas di unit yang terpisah. Mereka memutuskan untuk terus maju dengan mempertimbangkan Bintang Utara mereka, mengetahui bahwa keputusan dan tindakan mereka akan menguntungkan kolektif. Dengan moto unit "Go for Broke," mereka menjadi salah satu unit terbesar, terlama, dan paling didekorasi dalam sejarah militer AS.

Penggunaan moto para prajurit ini oleh Baldwin sebagai ajakan untuk bertindak bagi para pendidik tepat sasaran 60 tahun yang lalu dan masih tepat sampai sekarang. Berikut adalah beberapa cara agar para pemimpin sekolah dapat menjawab panggilan itu.


MAJU DENGAN MEMBELA PERILAKU RESPONSIF BUDAYA

Pendidik menghadapi momen revolusioner—ruang kelas telah menjadi medan pertempuran tentang apa yang harus atau tidak boleh diajarkan kepada siswa. Sementara itu, pandemi menyoroti kesenjangan yang melanda sistem sekolah kita, menyoroti di mana siswa di daerah terpencil memiliki lebih sedikit akses ke guru terbaik dan ke pengalaman belajar yang paling menantang dan menarik. Dibanding guru guru terbaik banyak terkonsentrasi di perkotaan.

Saya pikir agar kita bisa maju, kita harus all-in. Kita harus pergi untuk bangkrut. Administrator pendidikan memainkan peran penting dalam hal ini. Penting bagi anda untuk mencontoh apa yang anda minta untuk dilakukan oleh guru. Akademi Kepemimpinan mendefinisikan pemimpin yang responsif secara budaya sebagai orang yang mengakui dampak faktor kedekatan yang dilembagakan pada kehidupan mereka sendiri dan kehidupan siswa dan keluarga tempat mereka bekerja dan yang merangkul peran mereka dalam mengurangi, mengganggu, dan membongkar penindasan sistemik. Mewujudkan definisi ini berarti bekerja secara personal, interpersonal, dan institusional.


PIKIRKAN TENTANG PENDEKATAN PRIBADI ANDA

Bagaimana anda akan menilai diri anda secara teratur untuk memastikan bahwa anda berjalan dalam definisi kepemimpinan yang responsif secara budaya sambil juga memastikan bahwa anda tidak membahayakan siswa yang anda dukung? Bicaralah di tempat yang anda tempati—bukan hanya di tempat yang nyaman atau diharapkan. Sebagai seorang administrator, kemungkinan besar anda menghadiri berbagai pertemuan sepanjang hari—beberapa berada di dalam gedung sekolah anda dan yang lainnya berada di luar gedung anda. Topik dan tujuan pertemuan ini mungkin tidak berpusat pada kesetaraan, tetapi dalam percakapan tentang siswa anda mungkin mendengar ungkapan seperti “Anak-anak ini tidak bisa...” atau “Tidak ada lagi yang bisa kita lakukan...” atau “Keluarga ini tidak akan…”—frasa yang menandakan harapan rendah dan keyakinan rendah pada kemampuan siswa untuk menjadi sukses. Anda dapat berbicara dengan cara yang secara jelas menunjukkan kepercayaan dan dukungan anda terhadap kemampuan siswa.

Cigok:

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid02TXZY3ZXqkrmRGSWSsuXknQsgQwf8LAw3nLmfJB7LyDJ54CovZDQ4yH1mfeDXucPWl&id=100079854677338 

 https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid09xXJZgzxaA31RVcEa9XBEXy7fMyVMZcnfr8TgzGxEy16B7esnqs3KfqamLHcQab2l&id=100079854677338 

 https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid02gDdx9YSpyCvHkHZvAHiKhd9aBZ1cyiM7gz8w9KMYyK5eYu5VsfrechXYLj7jRjydl&id=100079854677338

PIKIRKAN TENTANG PENDEKATAN INTERPERSONAL ANDA

Interaksi apa yang akan anda lakukan guru guru untuk mendukung sistem sekolah yang adil bagi semua siswa? Tidak peduli tingkat kepemimpinan yang anda pegang, anda selalu membuat keputusan atas nama siswa. Ciptakan peluang bagi guru guru untuk memimpin percakapan yang sulit dan terima umpan balik kritis dari mereka. Secara kolektif kembangkan daftar pertanyaan yang akan digunakan dalam setiap pertemuan untuk memastikan bahwa keadilan ditanamkan dalam setiap percakapan.Tidak peduli pada tingkatan apa anda sebagai administrator. Apakah itu (misal) sebagai ketua koperasi, kepala sekolah atau komandan instansi.


Gabung dengan kami :

https://chat.whatsapp.com/EuuU3aWnMvQLsQoPzXWd8g

https://www.facebook.com/groups/1161463424621364/?ref=share

https://www.instagram.com/p/ChoKt2UPZ8o/?igshid=MDJmNzVkMjY=

Jika menurut anda ini bermanfaat untuk orang lain, silahkan dibagikan agar lebih tersebar.


Ikon Diverifikasi Komunitas

Sabtu, 03 September 2022

Problematika Umum Sekolah



Guru dengan segala yang ada dengannya sebenarnya saat ini merasa keseimbangan di tempat kerja mereka sepertinya mulai renggang. Apalagi setelah air besar yang bernama 'plandemi' global dan 'merdeka belajar' nasional. "Sakali aia gadang sakali tapian barubah" mulai terasa seperti tidak cukup waktu, terlalu banyak perubahan administrasi pembelajaran, dan terlalu banyak siswa dengan kebutuhan kompleks untuk ditangani oleh satu guru saja.

Namun guru umumnya menemukan cara untuk bertahan dan mempertahankan kesejahteraan fisik, mental, dan emosional mereka. Bilang masa terakhir ini, segalanya terasa berbeda. Prognostikator yang membayangkan tahun ini akan lebih mudah daripada tahun sebelumnya sayangnya keliru. Tawuran, apalagi serangan yang lebih bersifat "main cido" dan kelelahan covid. Gaji yang tidak mencukupi, TDL naik, dan BBM melambung. Ketidakpercayaan pada penegakan hukum, pengurusan negara yang culas didepan mata dan dukungan yang tidak memadai. Ketika para guru berjuang dengan beban gabungan dari masalah-masalah diatas, itu telah menyebabkan ketidakseimbangan fisik, psikologis, dan emosional yang lebih besar bagi para pendidik bangsa kita daripada sebelumnya. Beban berat bagi mereka bagaimana menjelaskan semuanya eksplisit pada anak didik mereka.

Ada biaya nyata untuk stres yang dialami guru saat ini. Saya yakin (hipotesa) bahwa mereka mungkin mulai berfikir meninggalkan profesi lebih awal. Tapi ada alasan lain yang menyebabkan mereka tidak berani mengungkapkannya. Ada juga mungkin menyatakan bahwa mereka menganggap kelelahan dan kebosanan sebagai sesuatu yang agak atau sangat serius. Dibandingkan dengan populasi umum, persentase guru yang lebih tinggi melaporkan seringnya mengalami stres dan gejala depresi terkait pekerjaan. Belum lagi penyakit lain seperti diabetes, maagh, hipertensi, dan stroke ringan, sakit kepala, dan vertigo. Ada alasan baru yang mungkin harus diperhatikan, yaitu kurikulum merdeka. Ini seperti "takok uwok" saja, guru yang sekolahnya dalam frame Sekolah Penggerak atau Program Keunggulan dan yang berada dalam Komite tersebut sepertinya akan mulai terlihat "pirang" dan "pirau". Terlebih disini GP, CGP dan yang akan ikut yang begituan.

Untuk membangun dan mempertahankan staf pengajar yang sangat efektif, kita harus mengakui bahwa praktik manajemen sangat memengaruhi pendidik kita. Sama pentingnya dengan kepemimpinan instruksional, itu tidak akan menyelesaikan ketidakseimbangan profesional guru antara tuntutan pekerjaan dan sumber daya yang tersedia. Kepemimpinan emosional, atau kepemimpinan yang cenderung pada kesejahteraan sosial dan emosional orang dewasa di sekolah, secara eksplisit ditujukan untuk menyeimbangkan tuntutan pekerjaan dan sumber daya sehingga guru dapat mengalami keadaan sejahtera di tempat kerja. Kepemimpinan emosional dapat membantu mengatasi keadaan ketidakseimbangan guru saat ini.


PERSAMAAN PERMINTAAN-SUMBER DAYA

Pertimbangkan persamaan yang menempatkan tuntutan pekerjaan di satu sisi dan sumber daya pekerjaan di sisi lain. Ketika tuntutan pekerjaan melebihi sumber daya pekerjaan, ketidakseimbangan muncul, berdampak negatif pada guru. Misalnya, peningkatan tingkat stres dapat menyebabkan penurunan kinerja, kepuasan kerja, dan komitmen organisasi. Semakin berat dirasakan oleh guru yang akan pensiun, karena berhentinya aktifitas setelah itu, apalagi mereka yang tidak mempersiapkannya. Semua faktor tersebut meningkatkan potensi peningkatan kelelahan dan gesekan, yang mengalir menuruni bukit untuk berdampak pada anak-anak.

Tuntutan pekerjaan tahun ini termasuk mengajar anak-anak serta stres seperti kesadaran akan keselamatan sekolah atau potensi konsekuensi dari ikut serta dalam jual-beli buku dan LKS disekolah yang telah mendarah daging terlibat dalam pendidikan rusak-rusakan. Sumber daya potensial, dalam konteks ini, termasuk dinamika pendukung yang tidak berwujud seperti waktu, kontrol pekerjaan, dukungan sosial, atau kepemimpinan yang mendukung. Ketika sumber daya kurang, guru lebih rentan terhadap stres dan mulai mengalami kelelahan dan kebosanan. Mereka butuh sedikit hiring sesuai passion relaksasi yang merefresh pikiran mereka. Bukan jalan-jalan yang malah lebih menghabiskan waktu di perjalanan yang malah menambah stres. Apalagi ini adalah bagian dari permainan biro perjalanan yang tanpa disadari menjadikan sekolah dan anak murid pangsa pasarnya.

Konsekuensi jangka panjang dari ketidakseimbangan yang meresap dan mahal, baik secara ekonomi maupun pribadi. Ketidakseimbangn kemistri yang secara psikologis mulai saling "memudurkan" lampu rekan sejawat di sekolah secara langsung berdampak pada biaya perawatan kesehatan fisik dan mental; dalam jangka panjang, ketidakseimbangan menjadi semakin mahal karena meningkatnya biaya hidup, penurunan produktivitas, dan beban kerja.


MENCIPTAKAN SALDO YANG LEBIH BAIK

Kenneth Leithwood, seorang profesor kepemimpinan di University of Toronto, mengidentifikasi empat "jalur" kepemimpinan sekolah: (1) jalur rasional, (2) organisasi, (3) keluarga, dan (4) emosional. Tiga yang pertama berhubungan dengan para pemimpin yang menginvestasikan waktu dan sumber daya dalam pengajaran, operasi, dan hubungan. Namun, jalur emosional jarang ditangani. Kepemimpinan emosional membawa peningkatan keseimbangan dengan memusatkan jalur emosional, merawat kebutuhan emosional masyarakat yang dapat dihasilkan dari tekanan ketidakseimbangan pekerjaan.

Jadi, bagaimana mungkin seorang pemimpin yang selaras secara emosional bekerja untuk menyeimbangkan persamaan permintaan-sumber daya di sekolah. Ini mengisyaratkan bahwa tidak sama antara sumber daya dan kepangkatan. Apalagi adanya adegium PGPS (Pinter Goblok Penghasilan Sama).

Mengurangi tuntutan: Pertama, sebagai pemimpin, kita perlu belajar mengurangi. Sangat mudah untuk percaya bahwa kita perlu menambahkan lebih banyak program untuk mengatasi beberapa kekurangan dari beberapa tahun terakhir. Otak kepemimpinan kami sangat menyarankan kami untuk menambahkan, tetapi pola pikir ini meningkatkan tuntutan pada waktu, fokus, dan energi guru. Sebaliknya, pemimpin sekolah perlu berpikir jangka panjang dan mempertimbangkan untuk mengurangi tuntutan dengan cara berikut:

Mengurangi tuntutan energi mental guru. Sebagai kampus sekolah, fokuslah untuk mencapai satu tujuan peningkatan sekolah yang penting, seperti mengembalikan semua siswa ke tingkat kelas. Jika ada masalah disitu berarti ada emosionalitas guru dengan siawa ada gannguan. Kemudian, lihat apakah fokus tersebut memiliki dampak yang lebih besar daripada jika anda berfokus pada empat hingga enam tujuan. Dari sudut pandang kepemimpinan emosional, strategi ini dapat mengurangi stres dan kelelahan serta meningkatkan rasa kemanjuran guru dengan meminimalkan kebutuhan untuk mengatur berbagai prioritas. Guru yang berpotensi emas tidak muncul serta merta karena lebih cenderung tertutupi.

Mengurangi tuntutan waktu guru. Audit setiap permintaan yang diajukan pada guru yang tidak secara langsung berdampak pada tujuan penting yang anda identifikasi di atas, dan tunda untuk sementara waktu untuk melihat apa yang terjadi. Lihat semua rapat, laporan, dan tanggal pengujian anda dan tanyakan dengan kejam, “Jika kita tidak melakukan ini lagi, apakah itu akan merugikan siswa kita?” Jika ya, pertahankan; jika tidak, jeda. Anda selalu dapat menambahkan hal-hal lain yang membuat kembali jadi baik. Anda mencoba untuk membebaskan waktu bagi guru untuk merasa seperti mereka memiliki kendali lebih besar atas hidup mereka. Misalnya, izinkan guru menggunakan waktu perencanaan mereka untuk perencanaan aktual sebanyak mungkin. Tidak malah serta merta ikut menenggelamkan emas tadi. Sekali lagi, dari sudut pandang kepemimpinan emosional, strategi ini dapat mengurangi stres dan kelelahan serta menyangga waktu guru untuk lebih fokus pada siswa.

Nyatakan secara eksplisit apa yang tidak penting. Kejelasan ini adalah kuncinya: Setelah anda mengurangi jumlah tujuan untuk guru, anda juga harus mengklarifikasi apa yang tidak perlu dikhawatirkan oleh guru untuk diselesaikan. Memberikan fokus berarti tidak hanya mengurangi jumlah tuntutan yang anda buat pada guru, tetapi juga memperjelas tuntutan yang sebelumnya dipegang sekarang dapat hilang dari radar mereka.

Meningkatkan sumber daya untuk dukungan: Setelah mengurangi tuntutan, pertimbangkan untuk meningkatkan sumber daya jika persamaannya masih belum seimbang.

Kembalikan sebanyak mungkin keputusan kembali kepada guru, terutama jika menyangkut siswanya. Kontrol pekerjaan adalah faktor terbesar yang membantu guru merasa puas dengan pekerjaan mereka. Dari sudut pandang kepemimpinan emosional, memberikan lebih banyak kontrol kembali kepada guru dapat membantu mengembangkan lebih banyak kepercayaan dan kepuasan kerja.

Penelitian telah menunjukkan bahwa guru membutuhkan kepemimpinan yang suportif untuk membangun kepercayaan, efikasi diri, dan motivasi. Para pemimpin harus belajar untuk mendukung kebutuhan emosional umum yang paling sering disebutkan sebagai penting untuk kesejahteraan guru. Ini dapat didukung oleh para pemimpin yang belajar bagaimana mengenali ketika mereka rendah dan membangunnya melalui tindakan kepemimpinan seperti memperkuat makna menjadi seorang guru atau membantu mereka mengelola situasi yang penuh tekanan. Anda akan temukan guru emas yang jelas berbeda. Sayang jika itu anda abaikan, dan tidak mudah berada pada waktu dan tepat.

Guru mungkin berada di tengah-tengah pengunduran diri yang besar, dan ada sedikit misteri mengapa. Guru telah menjalani kehidupan yang tidak seimbang terlalu lama, dan administrator telah mengabaikan untuk menyediakan alat untuk menyeimbangkan tuntutan pekerjaan dan sumber daya, sehingga tidak tertarik untuk hal administratif. Dengan mengurangi tuntutan dan mendukung guru dengan lebih banyak sumber daya, pemimpin sekolah dapat meningkatkan kepuasan dan komitmen guru pada profesinya. Jadilah pemimpin yang tidak sebatas menorehkan foto anda yang terpampang, tapi torehkanlah foto foto yang dipampangkan dalam lembaran lembaran lain yang dikenang banyak orang.

Cigok:

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid02g5zSBBR6nRfwhuk2sPdTUfKVxv9SGZvyoJ7NvbVea1c7icFdFHmSnCxRg6wB2MtVl&id=100079854677338

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid09psnbKyEPRG4bBZZjVbVCQ8SKVPds266c5bNoExudc64d2Nsp8QYkKVVtrCdeXN6l&id=100079854677338

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid02EbcZ9fZySjmZFk2cTUKZ389dx5UwjRX7kFtqJymGde7g3Vhg2xenHqS1rt8jZ6Mml&id=100079854677338

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid0ajciHBifxAL98ehChvg4onPvpkJQMwuSDfuk4cbSenbyNGYyC4KqUy3bkDF2g8tAl&id=100079854677338


Gabung dengan kami :

https://chat.whatsapp.com/EuuU3aWnMvQLsQoPzXWd8g

https://www.facebook.com/groups/1161463424621364/?ref=share

https://www.instagram.com/p/ChoKt2UPZ8o/?igshid=MDJmNzVkMjY=

Jika menurut anda ini bermanfaat untuk orang lain, silahkan dibagikan agar lebih tersebar.






Ikon Diverifikasi Komunitas