<script async security="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2777427864397362"
crossorigin="anonymous"></script>
Saya sama dengan anda yang berprofesi sebagai guru di negeri ini. Kita sama merasakan tekanan dari luar, sekolah, aturan, dan kebijakan. Seperti "nan taralah" (sebelumnya) saya akan mulai semua ini dengan pertanyaan critical thinking. Pikiran geli itu menjadi begini; sebagai seorang guru, ketika anda mempertimbangkan sekolah anda dalam sistem sekolah, bagaimana perasaan anda? Lingkungan sekolah serta pengalaman apa yang membentuk respons tersebut? Apakah anda mendapati diri anda menghindari aktivitas, lokasi atau rekan tertentu? Bagaimana dan apa tanggapan mereka tentang ide baru anda? Bagaiman perasaan mereka terhadap anda?
Bedil Malasus (bukan nama sebenarnya), seorang guru Bahasa Inggris di sekolah menengah atas negeri di Padang (sebenarnya) merasakan bahwa singkronis tuntutan dunia nyata dalam berbahasa dengan tagihan pembelajaran dalam silabus seperti medan magnet berbeda kutub. Kesialan ini tanpa disadari menjadi benar dan terbalut dalam sebuah kesatuan magnet itu sendiri. Sepertinya what the students want dengan what the students need dibaurkan dan menjadi kesatuan yang sia sia belaka. Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran membosankan dan inovatif guru seperti terkibiri karena alasan yang banyak. Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran keilmuan dibanding skill. Sekolah dan guru di sekolah sepertinya tidak memberikan kontribusi signifikan kepada pelajar dalam skill kepada semata nilai huruf dan angka. Sama seperti si Bedil Melasus tadi Bahasa Inggris hanya sebagai pelengkap memperbanyak mata pelajaran di sekolah.
Apakah dengan membaca ini membuat detak jantung anda bertambah cepat? 'Badabok' dan 'gali paruik' anda membayangkan sesuatu atau seseorang menunggu mengancam zona anda ketika anda tiba di ruang majelis guru besok? Anda menghabiskan banyak waktu disana - disana seharusnya terasa aman. Saya akan katakan pada anda bahwa jika anda sampai disini merasa biasa saja, itu bertanda anda adalah guru (1) biasa biasa saja. Walaupun anda berpredikat luar biasa dengan carikan kertas yang anda miliki, tapi itu semua hanyalah administatif saja - untuk sertifikasi. Anda mengikutinya karena benefit yang akan anda dapatkan (itu yang ada dalam pikiran anda). Ini juga sama seperti anda yang guru (2) dibawah biasa biasa saja karena anda tidak punya kemampuan untuk mengikuti atau seperti (nomor 1). Kenapa? Saya akan salahkan "logical fallacy" karena anda membiarkan diri anda menjadi inangnya. ujaran FYP untuk anda adalah, Nah ini parah ni, ini parah ni.
Baca juga:
APA ITU KENYAMANAN PSIKOLOGI?
Dalam 'Research Article' pada WILEY International Journal of Selection and Assesment berjudul “Merasa Aman di Tempat Kerja: Pengembangan dan Validasi Inventarisasi Keamanan Psikologis,” penulis menulis, “Keamanan psikologis, didefinisikan sebagai persepsi bahwa seorang individu dalam tim didukung dan merasa aman untuk mengambil risiko interpersonal, menyuarakan pendapat, dan berbagi ide, sangat penting untuk efektivitas organisasi.” Jika anda pernah merasa tidak aman secara psikologis atau emosional di tempat kerja, anda pasti tahu bahwa jantung, otak, dan sistem saraf pusat anda bisa terasa seperti dibajak dan dilemparkan ke dalam siklus yang berputar-putar. Sederhananya, hal ini dapat mengganggu tubuh dan pikiran anda. Kekhawatiran terhadap keamanan emosional anda dapat membuat berangkat kerja terasa menyakitkan atau menakutkan, dapat menimbulkan penyakit fisik atau masalah kesehatan mental, dan dapat berdampak pada lingkungan kerja sekolah secara keseluruhan.
Cewangers, sebelum anda lebih jauh berjalan dalam mengharungi pemikiran saya dan lebih dalam mengukur arah saya, saya akan beri tahu anda bahwa yang akan anda telusuri ini terinspirasi dari tulisan Matthew J. Bowerman dalam artikel dengan judul A Guide to Psychological Safety for Educators pada laman Teacher Wellness Edutopia tanggal 6 September 2023, George Lucas Foundation.
Tulisan ini ditujukan pada anda semua untuk menjadi referensi tersier anda semua dalam berfikir untuk dunia pendidikan. Kenapa tidak referensi primer? Karena anda terbiasa menjadikan mainstream sebagai primer. Lalu kenapa bukan sekunder? Karena anda tidak biasa bertengkar dalam critical thinking dan melihat pernyataan atau sesuatu yang benar dari siapa yang menyatakan. Saya hanya mendeliverikan pada anda agar dan mulailah meninjau ulang kanal pemahaman anda tentang dunia pendidikan dari sudut pandang originalitasnya bukan dari tagihan yang harus anda selesaikan demi timpukan, maaf tumpukan administrasi hebat anda. Saya tanya anda, hal hebat apa yang anda lakukan? Sama saja, begitu begitu saja, menerima saja, lakukan saja, tiru saja, dan anda tidak mau melakukan dari cara berfikir terbalik. "Apoloko"(apa pula ini)?
Artikel lain
Bagi anda yang bekerja di sekolah menengah atas/kejuruan, tekanan besar sangat terasa. Bagi guru honor, guru PPPK, guru ASN, supir bus sekolah, supir ambulance sekolah, supir kepsek, pegawai honor, pegawai ASN, wakil kepala sekolah, pegawai koperasi, pegawai pustaka, dan pegawai tata usaha—begitu banyak peran berbeda dengan segudang tanggung jawab—lingkungan sekolah merupakan lingkungan yang kompleks dan menantang tanpa harus mengalami kurangnya keamanan psikologis setiap hari. Jadi mengapa begitu banyak pegawai sekolah, pada suatu saat dalam karier mereka, mengalami kurangnya dukungan dan/atau keamanan psikologis, dan apa yang dapat dilakukan untuk mengatasinya?
Jika anda menyadari bahwa meskipun anda telah berupaya sebaik mungkin, kesehatan psikologis, keselamatan, atau kesejahteraan anda berpotensi terganggu, ingatlah bahwa anda tidak hanya "berhak merasa aman" namun juga "berhak untuk merasa aman". Berikut beberapa tanda fisik dan emosional bahwa anda mungkin mengalami lingkungan yang tidak aman secara psikologis:
Mencari alasan untuk melarikan diri dari hari mengajar anda, juga dikenal sebagai penghindaran tugas atau situasional
Mimpi buruk tentang orang atau situasi di sekolah berulang ulang kali
sakit kepala, stres makan, sakit perut, 'lameh', dan 'marumeh', adalah rasa yang umum atau sangat spesifik terhadap seseorang atau sesuatu. Meningkatnya masalah kesehatan mental, termasuk kecemasan, depresi, reaksi hipersensitif, perasaan membeku secara tidak terduga, kesulitan dalam mempertahankan keamanan psikologis.
Kesejahteraan kita mempengaruhi pekerjaan kita. Seperti yang dicatat dalam buku Alex Shevrin Venet, Equity-Centered, Trauma-Informed Education, “Sekolah yang memanusiakan mengharuskan kita membuang gagasan lama bahwa orang dewasa dapat memisahkan otak dari tubuh mereka….sekolah perlu berubah sehingga pelajar dan guru dapat membawa dampak positif mereka. Seutuhnya diri dengan mereka; sekolah harus menjadi tempat yang meningkatkan kesejahteraan pribadi dan komunitas kita, bukan malah mengurasnya.”
STRATEGI DUKUNGAN
Peran apa pun di tempat kerja di sekolah merupakan tantangan di zaman sekarang ini. Guru sepertinya terpaksa dewasa dan harus sehat berhadapan dengan kepala sekolah yang seperti 'paja ketek' dan 'sakik'. Penting untuk dapat membaca isyarat anda sendiri dan memiliki strategi untuk memprioritaskan kesehatan dan keselamatan anda sendiri, terutama jika anda merasa tidak ada orang lain yang bisa membaca hal tersebut terutama kepala sekolah seperti tempat Bedil Melasus mengajar dan para wakil kepala sekolah tercocok hidungnya dan rekan sejawat guru yang "steotipe" pada anda. Seperti biasa algoritma apa ini? Apakah itu juga terjadi ditempat anda? Simpan saja jawanan anda sambil senyum kecil agar anda tidak seperti mereka
Literatur penambah:
Anda mungkin bekerja sendiri atau dalam tim, tapi yang perlu anda ketahui anda tidak sendirian. Penting menemukan dan terhubung dengan rekan sejawat yang tidak berpikiran toxic pada anda. Dengan begitu anda ciptakan sendiri sistem pendukung yang tidak hanya sebagai perlindungan, tapi juga untuk membantu menenangkan pikiran anda. Tindakan lainnya anda coba luangkan waktu untuk terhubung dengan rekan seampu, dan atau sejawat yang dapat anda hubungi di sela sela waktu jam istirahat anda dan pelajaran. Mereka ini adalah juga dapat berinteraksi di luar sekolah. Bukan untuk berkelompok dalam kepentingan tapi bersirkel dalam kenyamanan psikologis. Anda layak memdapatkan rekan sejawat yang memungkinkan anda untuk meringankan beban yang anda pikul terutama beban berinteraksi dengan kepala sekolah seperti diatas.
Pengalaman dan ketertarikan setiap orang berbeda beda dan atau masing masing berbeda. Bagi Bedil Melasus yang mengalami sesuatu yang tampak dan terasa tidak nyaman, hal tersebut dapat menguras seluruh alam semestanya dengan dampak psikologis yang signifikan. Tidak semua hal merupakan keadaan darurat atau manis seperti adegan klimaks dalam scene sinetron, fragmen dan film, tetapi bisa terasa seperti itu dan terkadang memang seperti itu. Seperti ketika anda menghabiskan waktu pada saat rapat dinas, lokakarya, seminar online atau offline, briefing, dan rapat mendadak. Anda yang merasakan apakah itu nyaman bagi anda atau tampilan logical fallacy kepala sekolah terhadap anda.
Jika anda merasa terancam - jika anda atau ide anda diremehkan - jika sudut pandang anda dikaburkan, misalnya maka tarik tali pengaman dan segera cari cara lain untuk semua itu bisa dilaksanakan dan atau tunggu sampai keadaan berubah ketika rotasi kepala sekolah terjadi. Tetap, semua itu dengan harapan wajah baru di sekolah anda memiliki pemikiran terbuka, progresif dan visioner.
Pranata:
Dokumentasikan setiap insiden dan lakukan program bantuan dengan tetap melakukan kegelian pikiran anda di sekolah lain agar anda dan otak anda buntu terhadang tembok penilaian mereka terhadap anda. Anda adalah kumpulan pemikiran anda dan situasinya tidak memungkinkan anda melakukan semua tersebut. Bicarakan serta cari rekan guru lain di sekolah berbeda dengan anda yang anda percaya untuk dukungan kesehatan mental.
Pekerjaan guru yang terlabel pada anda adalah melakukan dan melayani siswa, dunia pendidikan, dan keluarga adalah pekerjaan paling penting untuk pengembangan masyarakat kita di masa mendatang. Anda berhak datang bekerja dan meninggalkan setiap hari dengan sehat, utuh, dan tanpa rasa tertekan.
Ikuti semua di:
https://chat.whatsapp.com/EuuU3aWnMvQLsQoPzXWd8g
https://www.facebook.com/groups/1161463424621364/?ref=share
https://padirabah.blogspot.com
https://cewangputih.blogspot.com
@pblcenter_
%20tv%20techno.PANO.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar