Bismillah
https://www.facebook.com/groups/1161463424621364/?ref=share
https://chat.whatsapp.com/EuuU3aWnMvQLsQoPzXWd8g
Pada saat lokakarya baru baru ini - di sekolah saya - SMAN 13 Padang terlihat ada cercahan harapan kepada tampilan baru wajah sekolah itu sendiri. Sepadan dengan Kepala Sekolah yang juga baru (rotasi) sepertinya 'boneh' (bernas) dari yang sebelumnya dan tidak hanya seperti 'belek' (tong) yang hanya berbunyi nyaring ketika di'lambuik' (dipukul). Saya tidak akan/mau/nio/hendak/berselera untuk menstreotipkan otak saya yang sedikit 'kapocong' (kram) beberapa masa sebelum ini. Senada dengan yang saya sampaikan, kepada rekan seampu dan satu orang lagi dari luar Kelompok Kerja Guru saya di sekolah yang sama, bahwa saya sepertinya 'tabiak aia' (terbit air/bersemangat/berselera) untuk melaksanakan apa yang pernah dibius dalam 'barasian' (mimpi/angan-angan/idam). Apa itu?
Sama ada beberapa masa berbilang baru-baru ini dalam platform kolaborasi, Sandra Maj seorang guru Bahasa Inggris sekolah nenengah dari Polandia mengatakan, "Saya senang sekali berkolaborasi dengan guru guru C2C (sebuah lembaga)". Sandra dan beberapa siswa yang dibawanya mengikuti sebuah model pembelajaran mendalam (Deep Learning). Dia menambahlkan, "Siswa-siswa saya dan saya senang merayakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia bersama-sama". Seperti mendapatkan apa yang diharapkannya, dia juga menimpali, "Saya juga bersyukur atas kesempatan untuk terhubung dengan guru-guru dan kelas-kelas dari seluruh dunia".
Tidak hanya itu, kolaborasi nyata yang dinaungi oleh C2C (situsi) sebuah nirlaba yang berbasis di sebuah negara di Eropa menawarkan nilai lebih kepada pertukaran pelajar daring (Online Student Exchange) yang bermakna. Apa yang dikatakan oleh Nancy Dieu-Ngoc Nguyen, seorang guru dari Vietnam, "Terimakasih banyak telah mempertemukan kami para guru dari seluruh dunia untuk menciptakan lebih banyak kesempatan bagi para siswa kami untuk saling belajar dan tumbuh bersama!". Apa yang anda pikirkan tentang semua ini? Apakah seperti kegiatan buang-buang waktu yang tidak berguna? Apakah ini hanya menghabiskan pulsa data dalam peron tagihan internet sekolah anda? Senada dengan ujaran (paling tidak) seorang guru (berjenis kelamin laki-laki) Bahasa Inggris di sekolah nenengah negeri di kota dan kecamatan yang sama dengan sekolah saya. Ujaran putus asa dan ketidakmampuan berkolaborasi dengan dunia luar menyebabkan dia meninggalkan otaknya dirumah ketika pergi keluar rumah. Kontras dengan ujaran sadar diri guru dari Vietnam diatas, dia mengatakan bahwa, "Teruslah lakukan apa yang anda (C2C) lakukan!"
"Luar biasa pak Donny Boy!" kata seorang guru yang tidak seampu dengan saya diatas tadi. Dia dengan sangat antusias berharap dapat bersinergi dengan saya untuk tujuan yang dimaksud. Collaborative Online International Learning (COIL) Pembelajaran International Daring Kolaboratif adalah tampilan pembelajaran yang inovatif yang sesuai dengan pendekatan apapun, terutama dalam elaborasi eksegesis Deep Learning itu sendiri. Ini adalah keniscayaan dan kekinian yang melibatkan siswa heterogen dari berbagai negara. "Seperti yang saya katakan sebelumnya, kamu sekali merasa amaan dan nyaman di platform ini", imbuh Moriko Matsubara, seorang guru dari Jepang. Moriko juga sangat senang seperti siswa-siswa yang dibawa bersamanya disitu. Dia juga mengatakan bahwa, "Saya sungguh tidak bisa cukup berterima kasih kepada C2C karena telah menciptakan grup yang luar biasa ini dan membiarkan kami tumbuh bersama C2C! Terimakasih sekali lagi".
Keminangkabauan adalah kosakata yang akan dievaporasi dalam muatan sekolah seperti yang disampaikan oleh the Principal of SMAN 13 Padang yang baru. Walaupun ide ini bukanlah hal baru di dunia persekolahan Sumatra Barat, tapi keseriuaan ini dicoba dimunculkan di sekolah saya. Bagus/mantap/paten memang diaplikasikan, tapi sayangnya terpidana dengan kunci yang bernama 'mata pelajaran linear'.
Ketika saya hanya duduk santai tapi serius memperhatikan Kepala Sekolah yang baru mencoba mamasukkan keminangkabauan dalam agenda sekolah, duaarr, sepertinya saya menjadi dejavu walaupun bukan feel like shit. Ini bisa dijadikan entry kepada 'Cultural Student Exchange yang masih dalam platform COIL. Saya akan buat kegembiraan anda menari-nari seperti keindahan tari piring dalam, dari dan ke pertukaran budaya tingga proyek Kolaboratif yang membahas Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Perserikatan Bangsa Bangsa - Suistanable Development Goals United Nation (SDG's UN). Ada banyak peluang dan apakah anda tertarik untuk meningkatkat kesadaran global siswa anda? Atau melibatkan mereka dalam pemecahan masalah dunia nyata sebagai penawaran dari Deep Learning? Apakah anda akan menemukan proyek yang sesuai dalam kerangka Project Based Learning (PBL)?
Kebanyakan guru guru yang mengaku hebat, dikatakan hebat, diakui hebat dalam frame mereka dan disebut hebat di sekolah saya dan dimanapun di negeri ini seperti kena "tampa malapari" (stroke ringan) literatur mereka ketika berbicara 'go International'. Kontras sekali dengan apa yang dikatakan oleh (masih seorang guru sekolah nenengah di Amerika Serikat) Kellie Mason, "Terimakasih kepada tim yang telah menciptakan pengalaman yang tak terlupaka dan mengubah hidup saya dan siswa-siswa saya!" Kellie membawa siswa-siswa nya pada COIL dan berkomunikasi dengan siswa lain seumuran dengan mereka dari negara berbeda. "Saya menghargai hubungan yang telah kita jalin melalui platform ini dan berharap dapat berkembang dimasa mendatang", tambahnya.
Kellie, Sandra, Nancy dan Moriko jelas tidak sendiri. Banyak guru dan sekolah di seluruh dunia memahami akan keniscayaan COIL. Platform ini memberi nilai lebih, pengalaman berharga dan kepercayaan diri siswa siswa dari sekolah tersebut dalam menyampaikan isi kepala mereka dalam bahasa Internasional. Kemampuan menyampaikan dalam public speaking dan speaking skill menjadi bagian lain dalam kesatuan itu. Pastinya tidak semua sekolah bisa mendapatkan ini, tidak semua guru yang punya kamampuan ini, tidak semua siswa merasakan ini, dan tidak semua kepala sekolah memiliki pemikiran terbuka ini. Apakah itu anda? Atau sekolah anda? Apa jawaban anda?
Cara membaca dunia dipengaruhi oleh cara pandang dan itulah literasi manusia untuk mengisi ruang literatur dalam otak. Karena anda meyakini dunia ini berputar, itulah juga yang menyebabkan anda sebagai guru berputar dalam putaran administratif kelengkapan anda dalam belajar dan pembelajaran. Anda tidak mau mencoba keluar dari putaran itu untuk inovatif dalam kolaborasi. Anda "kunyah" sendiri dan anda "lulua" sendiri. Segelintir kecil guru dari seluruh dunia ingin meningkatkan praktek pendidikan mereka. Melalui kolaborasi internasional mereka telah melaksanakan hal itu. Mereka ingin bersama anda bergabung dalam platform COIL. Indahkan lingkaran anda yang dalam tempurung itu dengan mengintegrasikan perspektif luas dan proyek kolaboratif kedalam perencanaan belajar anda. Platform ini sangat bermamfaat bagi guru dan dan bernilai lebih bagi siswa dalam mengembangkan berpikir kritis (critical thingking)
Ropi Rahmat, guru yang tidak seampu dengan saya dan menjadi rekan sesama guru di sekolah saya, di sela waktu istirahat setelah lokakarya yang saya sebutkan diatas menyesalkan atas sikap stayman saya waktu duduk santai itu. Kenapa tidak mau mengangkat tangan? Kenapa tidak berselera mengeluarkan kata kata? "Banyak yang tahu Donny Boy tapi tak banyak yang paham Donny Boy", kata Rengga Ultiano (guru di sekolah yang sama) - even - Kepala Sekolah sendiri. Bagaimana saya menjelaskan kepada semua disaat bersamaan memiliki streotip dalam kecacatan berpikir yang terbungkus kerangka kepala mereka?
Komunitas pembelajaran daring yang memiliki platform dan menghubungkan ruang kelas dari seluruh dunia idenya memfasilitasi pengalaman Pembelajaran Internasional Daring Kolaboratif - COIL - bagi guru dan siswa. Anda berminat? Pertanyaan saya cuma satu, apakah anda berpikiran terbuka dan tidak seperti guru dan kepala sekolah kebanyakan?
Baca:
https://www.blogger.com/blog/post/edit/8563148637061168596/7866460779491790881
https://www.blogger.com/blog/post/edit/8563148637061168596/2331605460928611320
https://www.blogger.com/blog/post/edit/8563148637061168596/1945540851761379570
https://www.blogger.com/blog/post/edit/8563148637061168596/2776439532178959124




Tidak ada komentar:
Posting Komentar