Selasa, 12 Desember 2023

Pembelajaran Sosial Dan Emosional (SEL)

 <script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2777427864397362"

     crossorigin="anonymous"></script>


Social Emotional Learning atau dalam dunia Pendidikan di Indonesia menjadi Pembelajaran Sosial dan Emosional, lalu muncul pertanyaan; apa itu? Saya lemparkan pertanyaan ini pada anda yang petantang sebagai Calon Guru Penggerak dan atau yang petenteng menjadi Guru Penggerak. Apakah ini penting bagi pendidik? Seberapa penting? Anda alirkan saja sesuai kepala anda mau kemana ini dikanalkan. Mau penting, tidak penting, yang penting bukan kepentingan saya.

Sebagai pendidik (tidak hanya guru) beberapa hal terburuk yang dapat didengar dari seorang siswa adalah, “Aako”?, “Apolotu?”, “Ini bodoh!”, atau “Mengapa kita mempelajari ini?” Pikirkan Kembali saat anda masih di sekolah dan mata pelajaran yang paling membuat anda frustrasi. Atau mata pelajaran yang tidak anda sukai. Bisa juga guru yang tidak anda senangi. Boleh jadi guru yang tidak senang dengan anda. Siswa anda saat ini adalah persis sama ketika anda menjadi mereka tahunan yang lalu dipandang dari Sosial dan Emosional.

Anda mungkin akan menemukan kesamaan dengan siswa anda dan berharap anda diberi alasan yang jelas mengapa sesuatu itu penting dan bagaimana mempelajari suatu mata pelajaran atau keterampilan akan bermamfaat bagi anda saat ini dan juga bertahun tahun kemudian. Rasa frustrasi dan menemukan cara konstruktif untuk menangani emosi dan berinteraksi satu sama yang lain dengan cara yang penuh hormat hanyalah beberapa prinsip panduan di balik pembelajaran sosial dan emosional atau Social Emotional Learning (SEL).

 <script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2777427864397362"

     crossorigin="anonymous"></script>


Saat ini di dunia yang semakin beragam, ruang kelas adalah tempat di mana siswa pertama kali bertemu dengan orang orang yang berasal dari berbagai latar belakang berbeda, memiliki ketertarikan, minat, bakat berbeda dan memiliki kemampuan unik. Untuk memperhitungkan perbedaan perbedaan ini dan membantu mendapatkan semua siswa pada posisi yang sama untuk sukses, maka SEL bertujuan membantu siswa lebih menjadi memahami pikiran dan emosi mereka. Lebih sadar diri dan mengembangkan lebih banyak empati terhadap orang lain di dalam diri mereka sendiri, komunitas mereka dan dunia luar sekitar mereka. Mengembangkan kualitas kualitas ini di kelas dapat membantu siswa menjadi warga negara yang lebih baik, lebih produktif, sadar diri dan sadar sosial di luar kelas di tahun tahun mendatang 

Pembelajaran Sosial Dan Emosional adalah metodologi yang membantu siswa dari segala usia untuk lebih memahami emosi mereka, merasakan emosi tersebut sepenuhmya, dan menunjukkan empati terhadap orang lain. Kedengaran ideal dan menjanjikan jika dilaksanakan. Perilaku yang dipelajari kemudian digunakan untuk membantu siswa membuat keputusan yang positif dan bertanggung-jawab; membuat kerangka kerja untuk mencapai tujuan mereka, dan membangun hubungan positif dengan orang lain. Benarkah?

Belajar dari Sekolah Menengah Atas yang Mengutamakan Pembelajaran Sosial dan Emosional. Laporan RAND (Research and Development) Corporation menawarkan sebuah temuan dan memberikan rekomendasi utama untuk menerapkan instruksi  Pembelajaran Sosial dan Emosional yang terbukti sangat penting untuk kesuksesan peserta didik di perguruan tinggi dan karier. RAND Corporation adalah Lembaga nirlaba yang menganalisa dan meneliti untuk tujuan  kebijakan analisis strategis, termasuk bidang Education and Labour. Inilah yang ingin saya sampaikan pada anda dan berharap anda sikapi ini dari berbagai sudut pandang yang anda miliki. Silahkan jelajahi dulu biar anda paham kemana arah ‘ota’an saya.

 <script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2777427864397362"

     crossorigin="anonymous"></script>


Dengan dukungan dari Carnegie Corporation of New York (Carnegie Corporation of New York adalah dana filantropis yang didirikan oleh Andrew Carnegie pada tahun 1911. Dipandu oleh pemberi dana, yayasan ini mencurahkan upayanya menuju perdamaian internasional dan memajukan Pendidikan dan pengetahuan untuk mendukung kegiatan Pendidikan di Amerika Serikat dan kemudian ke seluruh dunia.), RAND Corporation telah menerbitkan sebuah laporan, Pembelajaran Sosial dan Emosional. Adalah Batu Penjuru: Menjelajahi SEL. Seluruh Sekolah yang Terintegrasi di Dua Sekolah Menengah Inovatif, yang melihat model-model sukses untuk mendukung SEL siswa. Laporan dari evaluasinya Opportunity by Design (ObD) selama enam tahun pengamatan, RAND melihat lebih dalam pada dua sekolah menengah ObD yang menonjol karena penerapan SEL mereka dan memasukkan tiga elemen kunci untuk mendukung SEL siswa. 1. Membangun Pembelajaran Berbasis Hubungan dan Ramah Lingkungan, 2. Menawarkan Instruksi SEL Eksplisit, dan 3. Mengintegrasikan SEL Kedalam Instruksi Akademik.

Carnagie Corporation of New York adalah dana filantropis yang didirikan oleh Andrew Carnagie pada tahun 1911. Dipandu oleh pemberi dana, yayasan ini mencurahkan upayanya menuju perdamaian internasional dan memajukan Pendidikan dan pengetahuan untuk mendukung kegiatan Pendidikan di Amerika Serikat dan kemudia seluruh dunia.

Meskipun SEL bukanlah mata pelajaran khusus, SEL dapat dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah. Ketika pendidik menjadikan pelajaran akademis lebih pribasi dan berhubungan dengan siswa, siswa mungkin lebih cenderung tidak memikirkan secara mental selama mata pelajaran mereka. Dengan menumbuhkan rasa empati, kesadaran diri dan perasaan serta inklusivitas di kelas, SEL dapat memberikan dampak positif yang bertahan seumur hidup. Jelas ini belum mungkin dilaksanakan saat ini karena sekolah mana yang mau melakukan ini? Sekolah mana yang telah melakukan ini? Sekolah mana yang telah mulai serius akan melakukan ini? Apakah itu sekolah anda?

 <script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2777427864397362"

     crossorigin="anonymous"></script>


Ada beberapa pendekatan berbeda untuk SEL. Beberapa guru memiliki porsi hari sekolah yang lebih formal yang dikhususkan untuk SEL itu sendiri dan terkadang tantap sadar terajarkan dalam kelas. Pelajaran yang tidak dimasukkan dalam RPP mereka malah tanpa disadari menjadi sebuah tema yang berulang sepanjang sisa waktu dalam kelas untuk membantu menjadikan kompetensi inti SEL lebih nyata bagi siswa. Biasanya ini ditemukan pada guru biasa diluar dan mustahil ditemukan pada guru hebat dan luar biasa. Apakah itu anda?

Sekarang saya akan mulai dengan ‘anda’. Anda mungkin (jika ada) ingin siswa membuat jurnal atau menulis tentang pemikiran dan perasaan mereka pada pelajaran SEL tertentu, atau bahkan meminta siswa yang lebih muda bermitra dengan ‘teman kelas’ yang lebih tua (atau sebaliknya) untuk membantu siswa dari berbagai tingkat usia untuk menjalin ikatan atau menemukan titik temu. Guru lain menerapkan pelajaran terkait SEL ke dalam mata pelajaran yang lebih formal, seperti PPKN, PKWU, dan PAI. Misalnya, contoh Tindakan SEL dapat mencakup menugaskan proyek kelompok siswa mendelegasikan peran untuk bekerja sama demi kebaikan kelompok bermain peran sebagai pengusaha nasional untuk memahami alasan di balik Tindakan seseorang, atau bagi siswa untuk melakukan wawancaara formal satu sama yang lain untuk mengetahui keadaan dan isu terkini. Guru juga dapat berkolaborasi dengan siswa untuk menetapkan tujuan bidan-bidang yang mungkin perlu ditingkatkan dan membantu memetakan kemajuan mereka, memberi mereka cara terurukur untuk menunjukkan  pencapaian dan merasakan pencapaian.

Meskipun definisi SEL bervariasi, umumnya mengacu pada pengetahuan dan keterampilan untuk mengelola emosi, mencapai tujuan, merasakan dan menunjukkan empati, membangun dan memelihara hubungan yang mendukung, dan membuat keputusan yang bertanggung jawab. Walaupun SEL relative baru dikenalkan dan tidak familiar dalam benak anda, tapi jika anda “inok tanuangkan” SEL sepertinya harus anda jadikan hidangan pembuka dalam table manner anda walupun belum masuk dalam menu sekolah anda. Seberapa “bocet”kah anda mau melakukan ini.

 <script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2777427864397362"

     crossorigin="anonymous"></script>


Penelitian menunjukkan bahwa SEL sangat penting untuk mempersiapkan siswa sekolah menengah untuk kuliah dan kesuksesan karir. Namun, ini juga menunjukkan bahwa banyak sekolah menengah belum menerapkan pemograman yang menawarkan instruksi SEL eksplisit dan mengintegrasikannya secara efektif ke dalam instruksi akademik. 

Laporan ini menyoroti empat faktor yang berkontribusi pada keberhasilan kedua sekolah menengah tersebut, sekaligus menawarkan rekomendasi bagi para pemimpin sekolah dan guru yang tertarik untuk mempromosikan implementasi SEL di seluruh sekolah dan integrasi ke dalam pengajaran akademik


TEMUAN UTAMA

Misi sekolah yang berfokus pada SEL dan struktur yang jelas memberikan kesempatan bagi guru untuk mendukung pengembangan keterampilan SEL siswa. Pendekatan pembelajaran yang dipersonalisasi membantu guru membangun hubungan positif dengan siswa dan menumbuhkan kesadaran diri siswa.

 <script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2777427864397362"

     crossorigin="anonymous"></script>


Pembelajaran berbasis penguasaan menawarkan kepada para guru sebuah struktur di mana mereka dapat secara teratur menilai kompetensi SEL dan mendorong pola pikir yang berkembang.Pengembangan profesional yang ditawarkan sebelum awal tahun ajaran membantu guru untuk fokus dan memahami pengalaman siswa.

Laporan RAND Corporation juga merujuk pada laporan sebelumnya yang didukung oleh Carnegie Corporation of New YorkFrom a Nation at Risk to a Nation at Hope, yang menawarkan rekomendasi tentang cara mendidik seluruh siswa – yaitu dimensi sosial, emosional, dan kognitif pembelajaran sebagai saling memperkuat daripada berbeda. Tujuannya adalah untuk membantu siswa menavigasi semua kompetensi ini – di samping kompetensi akademik – untuk masa depan yang sukses

Carnegie Corporation of New York memiliki sejarah panjang tidak hanya berinvestasi dalam dukungan langsung untuk sekolah dan siswa, tetapi juga dalam mempelajari pekerjaan itu dan menyebarluaskan temuan untuk memberi manfaat bagi sektor pendidikan secara lebih luas,” kata Saskia Levy Thompson, direktur Desain Baru Carnegie Corporation of New York untuk Pembelajaran Lanjutan. daerah program. “Laporan ini memberikan wawasan yang sangat tepat waktu tentang bagaimana mengintegrasikan dukungan sosio-emosional ke dalam pendekatan akademik inti pada saat itu sangat dibutuhkan oleh komunitas sekolah.”

 <script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2777427864397362"

     crossorigin="anonymous"></script>


REKOMENDASI:

Pemimpin sekolah harus menanamkan SEL ke dalam misi inti sekolah. Pemimpin sekolah harus mengembangkan visi yang jelas dan terdefinisi dengan baik untuk SEL dan membangun pemahaman bersama tentang SEL di dalam sekolah. Pemimpin sekolah menengah harus memasukkan kompetensi SEL ke dalam harapan sekolah untuk siswa dan mengajar serta menilai kompetensi SEL di samping kompetensi akademik.

Guru dan pemimpin sekolah harus mempertimbangkan model instruksional – seperti pembelajaran yang dipersonalisasi – yang melengkapi dan memperkuat praktik SEL sebagai bagian dari instruksi akademik. Model instruksional - seperti pembelajaran yang dipersonalisasi - yang melengkapi dan memperkuat praktik.  sebagai bagian dari SEL akademik.


Untuk dapat menemukan arah pemikiran 'cewangputih' dan sebagai ragam madah keilmuan silahkan gabung di https://chat.whatsapp.com/EuuU3aWnMvQLsQoPzXWd8g