<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2777427864397362"
Social Emotional Learning atau dalam dunia Pendidikan di Indonesia
menjadi Pembelajaran Sosial dan Emosional, lalu muncul pertanyaan; apa itu?
Saya lemparkan pertanyaan ini pada anda yang petantang sebagai Calon Guru
Penggerak dan atau yang petenteng menjadi Guru Penggerak. Apakah ini penting
bagi pendidik? Seberapa penting? Anda alirkan saja sesuai kepala anda mau
kemana ini dikanalkan. Mau penting, tidak penting, yang penting bukan
kepentingan saya.
Sebagai pendidik (tidak hanya guru) beberapa hal terburuk yang dapat didengar dari seorang siswa adalah, “Aako”?, “Apolotu?”, “Ini bodoh!”, atau “Mengapa kita mempelajari ini?” Pikirkan Kembali saat anda masih di sekolah dan mata pelajaran yang paling membuat anda frustrasi. Atau mata pelajaran yang tidak anda sukai. Bisa juga guru yang tidak anda senangi. Boleh jadi guru yang tidak senang dengan anda. Siswa anda saat ini adalah persis sama ketika anda menjadi mereka tahunan yang lalu dipandang dari Sosial dan Emosional.
Anda mungkin akan menemukan kesamaan dengan siswa anda dan berharap anda diberi alasan yang jelas mengapa sesuatu itu penting dan bagaimana mempelajari suatu mata pelajaran atau keterampilan akan bermamfaat bagi anda saat ini dan juga bertahun tahun kemudian. Rasa frustrasi dan menemukan cara konstruktif untuk menangani emosi dan berinteraksi satu sama yang lain dengan cara yang penuh hormat hanyalah beberapa prinsip panduan di balik pembelajaran sosial dan emosional atau Social Emotional Learning (SEL).
<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2777427864397362"
Saat ini di dunia yang semakin beragam, ruang kelas adalah tempat di mana siswa pertama kali bertemu dengan orang orang yang berasal dari berbagai latar belakang berbeda, memiliki ketertarikan, minat, bakat berbeda dan memiliki kemampuan unik. Untuk memperhitungkan perbedaan perbedaan ini dan membantu mendapatkan semua siswa pada posisi yang sama untuk sukses, maka SEL bertujuan membantu siswa lebih menjadi memahami pikiran dan emosi mereka. Lebih sadar diri dan mengembangkan lebih banyak empati terhadap orang lain di dalam diri mereka sendiri, komunitas mereka dan dunia luar sekitar mereka. Mengembangkan kualitas kualitas ini di kelas dapat membantu siswa menjadi warga negara yang lebih baik, lebih produktif, sadar diri dan sadar sosial di luar kelas di tahun tahun mendatang
Pembelajaran Sosial Dan Emosional adalah metodologi yang membantu siswa dari segala usia untuk lebih memahami emosi mereka, merasakan emosi tersebut sepenuhmya, dan menunjukkan empati terhadap orang lain. Kedengaran ideal dan menjanjikan jika dilaksanakan. Perilaku yang dipelajari kemudian digunakan untuk membantu siswa membuat keputusan yang positif dan bertanggung-jawab; membuat kerangka kerja untuk mencapai tujuan mereka, dan membangun hubungan positif dengan orang lain. Benarkah?
Belajar dari Sekolah Menengah Atas yang Mengutamakan Pembelajaran Sosial
dan Emosional. Laporan RAND (Research and Development) Corporation menawarkan
sebuah temuan dan memberikan rekomendasi utama untuk menerapkan instruksi
Pembelajaran Sosial dan Emosional yang terbukti sangat penting untuk kesuksesan
peserta didik di perguruan tinggi dan karier. RAND Corporation adalah Lembaga
nirlaba yang menganalisa dan meneliti untuk tujuan kebijakan analisis strategis, termasuk bidang
Education and Labour. Inilah yang ingin saya sampaikan pada anda dan berharap
anda sikapi ini dari berbagai sudut pandang yang anda miliki. Silahkan jelajahi
dulu biar anda paham kemana arah ‘ota’an saya.
<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2777427864397362"
Dengan dukungan dari Carnegie Corporation
of New York (Carnegie Corporation of New York adalah dana filantropis yang didirikan
oleh Andrew Carnegie pada tahun 1911. Dipandu oleh pemberi dana, yayasan ini
mencurahkan upayanya menuju perdamaian internasional dan memajukan Pendidikan dan
pengetahuan untuk mendukung kegiatan Pendidikan di Amerika Serikat dan kemudian ke seluruh dunia.), RAND Corporation telah menerbitkan sebuah laporan,
Pembelajaran Sosial dan Emosional. Adalah Batu Penjuru: Menjelajahi SEL. Seluruh
Sekolah yang Terintegrasi di Dua Sekolah Menengah Inovatif, yang melihat
model-model sukses untuk mendukung SEL siswa. Laporan dari evaluasinya
Opportunity by Design (ObD) selama enam tahun pengamatan, RAND melihat lebih
dalam pada dua sekolah menengah ObD yang menonjol karena penerapan SEL mereka
dan memasukkan tiga elemen kunci untuk mendukung SEL siswa. 1. Membangun
Pembelajaran Berbasis Hubungan dan Ramah Lingkungan, 2. Menawarkan Instruksi
SEL Eksplisit, dan 3. Mengintegrasikan SEL Kedalam Instruksi
Akademik.
Carnagie Corporation of New York adalah dana
filantropis yang didirikan oleh Andrew Carnagie pada tahun 1911. Dipandu oleh
pemberi dana, yayasan ini mencurahkan upayanya menuju perdamaian internasional
dan memajukan Pendidikan dan pengetahuan untuk mendukung kegiatan Pendidikan di
Amerika Serikat dan kemudia seluruh dunia.
Meskipun SEL bukanlah mata pelajaran khusus, SEL
dapat dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah. Ketika pendidik menjadikan
pelajaran akademis lebih pribasi dan berhubungan dengan siswa, siswa mungkin
lebih cenderung tidak memikirkan secara mental selama mata pelajaran mereka.
Dengan menumbuhkan rasa empati, kesadaran diri dan perasaan serta inklusivitas
di kelas, SEL dapat memberikan dampak positif yang bertahan seumur hidup. Jelas
ini belum mungkin dilaksanakan saat ini karena sekolah mana yang mau melakukan
ini? Sekolah mana yang telah melakukan ini? Sekolah mana yang telah mulai
serius akan melakukan ini? Apakah itu sekolah anda?
<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2777427864397362"
Ada beberapa pendekatan berbeda untuk SEL. Beberapa
guru memiliki porsi hari sekolah yang lebih formal yang dikhususkan untuk SEL
itu sendiri dan terkadang tantap sadar terajarkan dalam kelas. Pelajaran yang
tidak dimasukkan dalam RPP mereka malah tanpa disadari menjadi sebuah tema yang
berulang sepanjang sisa waktu dalam kelas untuk membantu menjadikan kompetensi
inti SEL lebih nyata bagi siswa. Biasanya ini ditemukan pada guru biasa diluar
dan mustahil ditemukan pada guru hebat dan luar biasa. Apakah itu anda?
Sekarang saya akan mulai dengan ‘anda’. Anda
mungkin (jika ada) ingin siswa membuat jurnal atau menulis tentang pemikiran
dan perasaan mereka pada pelajaran SEL tertentu, atau bahkan meminta siswa yang
lebih muda bermitra dengan ‘teman kelas’ yang lebih tua (atau sebaliknya) untuk
membantu siswa dari berbagai tingkat usia untuk menjalin ikatan atau menemukan
titik temu. Guru lain menerapkan pelajaran terkait SEL ke dalam mata pelajaran
yang lebih formal, seperti PPKN, PKWU, dan PAI. Misalnya, contoh Tindakan SEL
dapat mencakup menugaskan proyek kelompok siswa mendelegasikan peran untuk
bekerja sama demi kebaikan kelompok bermain peran sebagai pengusaha nasional
untuk memahami alasan di balik Tindakan seseorang, atau bagi siswa untuk
melakukan wawancaara formal satu sama yang lain untuk mengetahui keadaan dan
isu terkini. Guru juga dapat berkolaborasi dengan siswa untuk menetapkan tujuan
bidan-bidang yang mungkin perlu ditingkatkan dan membantu memetakan kemajuan
mereka, memberi mereka cara terurukur untuk menunjukkan pencapaian dan merasakan pencapaian.
Meskipun definisi SEL bervariasi,
umumnya mengacu pada pengetahuan dan keterampilan untuk mengelola
emosi, mencapai tujuan, merasakan dan menunjukkan empati, membangun dan
memelihara hubungan yang mendukung, dan membuat keputusan yang bertanggung
jawab. Walaupun SEL relative baru dikenalkan dan tidak familiar dalam
benak anda, tapi jika anda “inok tanuangkan” SEL sepertinya harus anda jadikan
hidangan pembuka dalam table manner anda walupun belum masuk dalam menu sekolah
anda. Seberapa “bocet”kah anda mau melakukan ini.
<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2777427864397362"
Penelitian menunjukkan bahwa SEL sangat
penting untuk mempersiapkan siswa sekolah menengah untuk kuliah dan
kesuksesan karir. Namun, ini juga menunjukkan bahwa banyak sekolah
menengah belum menerapkan pemograman yang menawarkan instruksi SEL eksplisit
dan mengintegrasikannya secara efektif ke dalam instruksi akademik.
Laporan ini menyoroti empat faktor yang berkontribusi pada keberhasilan kedua sekolah menengah tersebut, sekaligus menawarkan rekomendasi bagi para pemimpin sekolah dan guru yang tertarik untuk mempromosikan implementasi SEL di seluruh sekolah dan integrasi ke dalam pengajaran akademik
TEMUAN UTAMA
Misi sekolah yang berfokus pada SEL dan
struktur yang jelas memberikan kesempatan bagi guru untuk mendukung
pengembangan keterampilan SEL siswa. Pendekatan pembelajaran
yang dipersonalisasi membantu guru membangun hubungan positif dengan
siswa dan menumbuhkan kesadaran diri siswa.
<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2777427864397362"
Pembelajaran berbasis penguasaan menawarkan kepada para guru sebuah struktur di mana mereka dapat
secara teratur menilai kompetensi SEL dan mendorong pola pikir yang
berkembang.Pengembangan profesional yang ditawarkan sebelum awal
tahun ajaran membantu guru untuk fokus dan memahami pengalaman siswa.
Laporan RAND Corporation juga merujuk pada laporan
sebelumnya yang didukung oleh Carnegie Corporation of New York, From
a Nation at Risk to a Nation at Hope, yang menawarkan rekomendasi tentang
cara mendidik seluruh siswa – yaitu dimensi sosial, emosional, dan
kognitif pembelajaran sebagai saling memperkuat daripada berbeda.
Tujuannya adalah untuk membantu siswa menavigasi semua kompetensi ini – di
samping kompetensi akademik – untuk masa depan yang sukses
Carnegie Corporation of New York memiliki sejarah panjang tidak
hanya berinvestasi dalam dukungan langsung untuk sekolah dan siswa, tetapi juga
dalam mempelajari pekerjaan itu dan menyebarluaskan temuan untuk memberi
manfaat bagi sektor pendidikan secara lebih luas,” kata Saskia Levy Thompson,
direktur Desain Baru Carnegie Corporation of New York untuk Pembelajaran Lanjutan.
daerah program. “Laporan ini memberikan wawasan yang sangat tepat waktu tentang
bagaimana mengintegrasikan dukungan sosio-emosional ke dalam pendekatan
akademik inti pada saat itu sangat dibutuhkan oleh komunitas sekolah.”
<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2777427864397362"
REKOMENDASI:
Pemimpin sekolah harus menanamkan SEL ke
dalam misi inti sekolah. Pemimpin sekolah harus mengembangkan visi yang
jelas dan terdefinisi dengan baik untuk SEL dan membangun
pemahaman bersama tentang SEL di dalam sekolah. Pemimpin sekolah
menengah harus memasukkan kompetensi SEL ke dalam harapan sekolah
untuk siswa dan mengajar serta menilai kompetensi SEL di samping
kompetensi akademik.
Guru dan pemimpin sekolah harus mempertimbangkan model instruksional – seperti pembelajaran yang dipersonalisasi – yang melengkapi dan memperkuat praktik SEL sebagai bagian dari instruksi akademik. Model instruksional - seperti pembelajaran yang dipersonalisasi - yang melengkapi dan memperkuat praktik. sebagai bagian dari SEL akademik.
Untuk dapat menemukan arah pemikiran 'cewangputih' dan sebagai ragam madah keilmuan silahkan gabung di https://chat.whatsapp.com/EuuU3aWnMvQLsQoPzXWd8g





%20tv%20techno.jpg)
