<script async security="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2777427864397362"
crossorigin="anonymous"></script>
Pembelajaran berbasis proyek bisa menjadi berantakan, apalagi pemahaman tentang PBL belum pas. Tetapi perencanaan untuk meminta siswa dengan arahan instruksi anda dapat membuat yang berantakan menjadi teratur. Bagaimana bisa? Anda harus yakin, kalau tidak maka PBL hanya akan menjadi penambah halaman booklet RPP anda. Disisi lain itu semua tidak sesuai dengan yang anda laksanakan dilapangan. Kecuali minimal satu pertemuan ketika ada supervisi. Sebenarnya juga tidak jadi masalah karena RPP anda pun hanya penambah tumpukan administrasi anda. PBL pun hanya tambahan disitu. PBL pun hanya tulisan di spanduk yang terpampang di sekolah anda ketika panen karya. PBL pun menjadi landasan pembenaran dalam kerangka pikiran anda, dengan pernyataan bahwa anda telah lama melaksanakannya.
Perencanaan untuk Pembelajaran Berbasis Proyek membutuhkan banyak waktu dan usaha. Semua guru yang telah merencanakan proyek baru tahu pekerjaan yang harus dilakukan untuk membuat proyek itu sukses. Anda harus (a)membuat pertanyaan pendorong yang menarik untuk memfokuskan penyelidikan proyek yang akan dilaksanakan. Anda perlu (b)memilih dan merencanakan produk dan audiens otentik sambil (c)memperhatikan suara dan pilihan mereka. Anda harus (d)merencanakan peluncuran proyek yang hebat. Anda harus (e)menyelaraskan proyek dengan standar yang ada dan daftarnya terus bertambah.
Namun, apakah setelah fase awal ini perencanaannya sudah selesai? Selanjutnya anda beralih ke seluk beluk—aktifitas sehari-hari siswa, kalender tugas, dan kegiatan instruksional yang mereka lakukan. Karena siswa mendorong pembelajaran, aspek perencanaan ini bisa sulit untuk dipetakan. Berikut adalah beberapa ide menurut Andrew Miller 2018, tentang perencanaan implementasi proyek PBL sehingga anda dapat siap untuk memulai dan fleksibel dalam menanggapi bagaimana siswa membentuk proyek saat mereka belajar.
Keraguan biasa yang sering muncul dan menempel bersamaan dalam pikiran para guru diawal awal adalah darimana diawali. Mulailah PBL itu dengan target pembelajaran: Saat merencanakan proyek, mudah untuk beralih dengan cepat ke aktivitas, tugas, dan instruksi yang menurut anda akan dibutuhkan siswa. Seringkali, insting anda tepat, tetapi terkadang anda terlalu fokus pada poin-poin ini dan melupakan apa yang kita ingin siswa pelajari. Ketika anda fokus pada itu, anda bisa lebih sadar tentang instruksi yang dibutuhkan siswa.
Keraguan biasa yang sering muncul dan menempel bersamaan dalam pikiran para guru diawal awal adalah darimana diawali. Mulailah PBL itu dengan target pembelajaran: Saat merencanakan proyek, mudah untuk beralih dengan cepat ke aktivitas, tugas, dan instruksi yang menurut anda akan dibutuhkan siswa. Seringkali, insting anda tepat, tetapi terkadang anda terlalu fokus pada poin-poin ini dan melupakan apa yang kita ingin siswa pelajari. Ketika anda fokus pada itu, anda bisa lebih sadar tentang instruksi yang dibutuhkan siswa.
Target pembelajaran yang akan anda hasilkan mungkin beberapa berbeda dengan konsep standar di dalamnya. Misalnya, jika standar memasukkan konsep "tegak lurus", "sejajar", "persimpangan", dan sejenisnya, anda mungkin memiliki target pembelajaran yang berbeda untuk masing-masingnya. Karena perencanaan yang anda buat dilapangan akan ada buhul sentaknya, disamping bukanlah buhul mati. Banyak guru menggunakan target pembelajaran “Saya Bisa” untuk membuatnya lebih ramah siswa. Ketika anda merinci tujuannya, anda sebennarnya telah membuat pembelajaran lebih bertahap, dan anda sebagai guru, dapat memikirkan semua pembelajaran yang perlu terjadi dan berapa lama waktu yang dibutuhkan.
Rencanakan apa dan bagaimana pelaksanaan PBL itu sendiri, bukan bila anda aplikasikan. Banyak dari anda adalah orang-orang linier—mereka yang suka peristiwa terjadi dalam urutan yang logis dan seringkali kronologis. Jangan disclaimerkan pelaksanaan dan waktunya. Tetapi ketika anda merencanakan proyek PBL, anda harus lebih fleksibel dalam berpikir. Dibanding kaku, teksbook dari yang anda dapati dari lokakarya, pelatihan, zoom meeting dan tatap muka lainnya. Ya, beberapa hal perlu terjadi secara linier. Misalnya, kemungkinan besar anda akan memiliki awal yang jelas, bertujuan untuk banyak pencapaian yang ditetapkan, dan sampai pada kesimpulan logis dengan demonstrasi dan perayaan pembelajaran dalam proyek atau panen karya. Sepertinya harus "dibanakan dengan sebelas kepala" kepada anda bahwa PBL bukan tujuan panen karya dalam ProPeLa. Cepatlah berbalik arah kepada linier kronologis pembelajaran, bukan zigzag acak mainstream yang anda nyaman disitu.
Garis besar linier yang luas itu memungkinkan banyak fleksibilitas. Setelah anda memiliki target pembelajaran secara tertulis, anda dapat memasangkannya dengan instruksi, perancah(scaffolding) dan tugas yang sesuai yang akan mendukung siswa dalam memenuhinya. Aktivitas dan instruksi tidak hilang dalam sebuah proyek—mereka hanya perlu digunakan pada waktu yang tepat. PBL berfokus pada inkuiri dan pertanyaan siswa: Setelah siswa menghasilkan daftar pertanyaan awal mereka, guru dapat siap dengan gerakan instruksional yang tepat untuk mendukung pembelajaran mereka.
Alih-alih memiliki kalender yang kaku, serta pola pembelajaran bergenre oldstyle, dan pola pikir anda yang merasa pintar dalam tempurung, anda dapat menyimpan daftar perancah dan instruksi yang siap digunakan saat siswa siap untuk itu. Mungkin itu semua tidak banyak di sekolah anda, tapi di sekolah saya banyak yang demikian.Murid anda akan terus menjawab pertanyaan, mengajukan pertanyaan baru, dan menemukan informasi dan ide. pada akhirnya anda harus merancah (scaffolding) proyek dalam beberapa bagian dan pada setiap bagiannya berisikan instruksi yang jelas. Kejalasan ini dimaksudkan sesuai dengan capaian capaian instruksional yang telah anda 'copy paste' kan.
Sama seperti anda, mengatakan bahwa PBL adalah aplikatif. Sampai saat ini akun @pblcenter_ maupun akun lama @pblcenter masih bicara teori dan anda akan atau ingin melihat penerapan semuanya. Anda akan dapatkan model semua ini pada Tahun Ajaran 2023/2024 di sekolah baru dimana nantinya 'pblcenter' berhomebase. Anda bertanya kenapa tidak sekarang? "Bukankah di sekolah sekarang anda mendapat tempat luas untuk 'pblcenter' anda"? Anda saja yang pemalas, dan kami tidak dapat mengerti anda? Kenapa semuanya terlihat begitu 'silly' dengan stereotipe dan adaptive mereka. Sementara perpindahan ini jadi preseden baik di tempat lama dan baru, mudah mudahan.
Anda memiliki unit-unit itu, tetapi hanya menyediakannya kepada siswa yang membutuhkannya. Melalui penilaian, anda dapat mengidentifikasi kapan instruksi dan scaffolding diperlukan—dengan ketenangan pikiran mengetahui bahwa anda telah memikirkan instruksi dan siap untuk membedakan sesuai kebutuhan. Bersiaplah, secara mental dan di atas kertas, untuk kekacauan yang teratur dalam pengalaman PBL. Semua kekacauan ini disebabkan tekanan untuk pancapaian panen karya dalam otoritas ProPeLa yang begitu kuat di sekolah. Ketika anda merencanakan proyek yang berfokus pada pembelajaran, anda dapat lebih responsif terhadap siswa, dengan pelajaran dan penilaian yang tersedia untuk memberikan instruksi tepat waktu bagi mereka saat mereka belajar melalui inkuiri yang kuat.
Follow IG: @pblcenter_
Memanfaatkan diferensiasi adalah salah satu komponen kunci untuk membedakan proyek PBL. Selanjutnya adalah memikirkan tentang instruksi dan perancah apa yang diperlukan untuk seluruh kelas, untuk kelompok kecil, dan untuk individu. Anda bisa belajar pelajaran kritis tentang diferensiasi dari pedagogi untuk pelajar bahasa Inggris, siswa pendidikan khusus, dan sebagainya. Anda dapat menggunakan pendekatan berbagai jenis instruksi dan perancah (scafolding). Alih-alih menggunakan pendekatan satu ukuran untuk semua. Merencanakan unit instruksi sambil mengetahui bahwa semua siswa mungkin tidak membutuhkan setiap unit.
Ikuti semua di:
https://chat.whatsapp.com/EuuU3aWnMvQLsQoPzXWd8g
https://www.facebook.com/groups/1161463424621364/?ref=share
https://padirabah.blogspot.com
https://cewangputih.blogspot.com
@pblcenter_
@4alam_official





Tidak ada komentar:
Posting Komentar