<script async security="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2777427864397362"
crossorigin="anonymous"></script>
Kecerdasan Buatan atau istilah menggaganya Artifisial Intelligence (AI) dengan cepat mengguncang dunia termasuk merambah dunia pendidikan. Dengan popularitas alat umum seperti ChatGPT, alat beta seperti Google Bard, dan sumber daya pendidikan lainnya yang mengembangkan versi mereka sendiri dari perangkat lunak ini, AI mulai menjadi perhatian utama pendidik termasuk anda. Percayalah pada saya bahwa tidak perlu butuh waktu banyak lagi sebagai pendidik mau tidak mau, suka tidak suka, akan menjadi keniscayaan. Mereka hanya dihadapkan pada dua pilihan; (1) membawa AI bersama dalam bagian pendidikan atau (2) meninggalkan AI dengan kenyataan jadi primitif dalam style pembelajaran. Dimana anda? dan atau mau kemana anda? semuanya ditangan anda, tapi paling tidak mulailah dari sekarang anda bersi-incut kearah sana jika anda pada pilihan pertama. Sebaiknya jangan anda tanyakan pada saya bagaimana dengan pilihan kedua.
Meskipun terdapat hambatan terhadap AI yang sering dibicarakan, disinan ada beberapa keuntungan. Misalnya, hal ini dapat digunakan untuk mendukung guru ketika mereka merancang pengajaran dan penilaian untuk memenuhi kebutuhan semua peserta didik di kelasnya. Biasanya, menerapkan strategi seperti diferensiasi atau pembelajaran yang dipersonalisasi dapat menjadi pekerjaan awal yang berat bagi guru. Diferensiasi Pembelajaran yang sekarang hanya frasa hafalan bagi anda nantinya akan jadi mudah anda jelaskan. Benarkah? Dengan AI, guru dapat dengan mudah mencari ide dan inspirasi mengenai cara baru untuk menjangkau siswanya.
Respons yang dihasilkan AI dapat menjadi titik awal bagi para guru, namun penting untuk memanfaatkan ide-ide ini agar dapat menjadi ide anda sendiri. Semuanya akan menjadi keputusan ditangan anda dan ketika anda yang seperti 'Inorenlawa Goblogiya' seorang guru hebat di sebuah sekolah negeri di negeri ini bertanya kepada saya, "Apakah saya harus mengikutinya"? Apa saran anda?, katanya. Saya akan "ota" anda semua dengan penjelasan setelah ini. Sebaiknya anda skip ini karena bisa kanai puncak Kasa' anda nantinya. Dengan lima strategi berikut, guru dapat memanfaatkan AI untuk menginspirasi ide-ide baru guna mendukung beragam kebutuhan pembelajaran siswanya.
<script async security="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2777427864397362"
Cigok
Memotivasi Siswa Bekerjasama Dalam Tim
Mempersiapkan Siswa Untuk Presentasi PBL https://www.blogger.com/blog/post/edit/8563148637061168596/796096372827767332
Sekolah Harus Berhenti Mengadopsi Mindset Pengurangan https://www.blogger.com/blog/post/edit/8563148637061168596/9128369045365949663
Keterampilan Eksekutif Siswa
Wakasek: Penentu Lain Keberhasilan Sekolah https://www.blogger.com/blog/post/edit/8563148637061168596/1945540851761379570
Mengatasi Penggunaan Smartphone di Sekolah https://www.blogger.com/blog/post/edit/8563148637061168596/1797309278730836187
<script async security="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2777427864397362"
crossorigin="anonymous"></script>
Kita harus berhati-hati dalam mengatur ruang kelas kita. Ini bukan hanya tentang kepatuhan siswa; ini tentang motivasi mereka,; ini tentang passion mereka; dan ini tentang orientasi mereka. Menempatkan siswa dalam kelompok dan berkata, “Hei, lakukan ini,” tidak akan berhasil, "Hei, jangan buat itu," tidak akan berguna. "Hei, kenapa ini yang dilakukan," sama saja. Menghabiskan waktu bekerja dengan siswa untuk merencanakan kelompok, mempelajari norma dan rutinitas, serta memahami apa artinya menjadi bagian dari budaya kelas adalah kuncinya. "Hei, ini dia".
Cingek:
Sosial Emosional Learning Pada Bahasa Inggris https://www.blogger.com/blog/post/edit/8563148637061168596/2053437133741250241
Mendefinisikan Instruksi Diferensiasi https://www.blogger.com/blog/post/edit/8563148637061168596/2032492951031481977
Ide Besar Kepala/Wakil Kepala Sekolah https://www.blogger.com/blog/post/edit/8563148637061168596/5631477736955953050
Pembelajaran Sosial dan Emosional https://www.blogger.com/blog/post/edit/8563148637061168596/2824782009348167666
PBL: Apakah Efektif? https://www.blogger.com/blog/post/edit/8563148637061168596/7866460779491790881
MEMBANGUN HUBUNGAN MEMBANGUN TIM
Untuk mencapai kesuksesan dengan tim kolaboratif, penting untuk memahami bahwa hubungan menyatukan mereka (di antara siswa dan juga dengan anda sebagai guru). Anggap saja tahun lalu anda melakukan kampanye satu kata di mana anda meminta siswa memilih satu kata 'motivasi' untuk dikerjakan sepanjang tahun. Itu adalah cara yang bagus bagi anda untuk belajar tentang murid-murid anda. Tahun ini, anda akan menulis mantra empat kata. Ini adalah kalimat empat kata yang akan mereka gunakan untuk penyemangat diri. Selain itu, siswa akan bekerja sama untuk membangun mantra tim.
Berdasarkan pengalaman anda, anda belajar bahwa mempelajari gaya kerja satu sama lain sangatlah membantu. Tahun ini, anda memulai survei kompas dengan murid-murid anda agar mereka dapat mengetahui kekuatan satu sama lain, dan bersama-sama akan membentuk tim tempat mereka akan bekerja sama. Mengikuti survei dan mendiskusikannya dalam tim akan membuat siswa termotivasi untuk mulai melakukan percakapan alami. Kemudian, anda akan menciptakan norma-norma anda dengan kontrak sosial. Apa 4 mantra yang harus anda komat kamitkan? 1. motivasi, 2. belajar, 3. survei dan 4. diskusi. Sebelum masuk kelas didepan pintu bacalah mantra ini 3 kali. Tidak, ini hanya bercanda.
<script async security="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2777427864397362"
crossorigin="anonymous"></script>
Selain itu, siswa menghargai menemukan kesamaan satu sama lain. Anda belajar tentang pemikiran heksagonal untuk membangun hubungan dan memahami kesamaan. Siswa akan menggunakan proses berpikir ini untuk menjawab pertanyaan tentang dirinya dan kemudian mendiskusikan persamaan dan perbedaannya. Diskusi ini dapat menciptakan hubungan organik. Mudah terurai, gampang dicerna, dan alami tidak ditalen-talenkan.
Caliak:
Lebih Dalam Bersama PBL https://www.blogger.com/blog/post/edit/8563148637061168596/6169084883695497633
Merencanakan Pelaksanaan PBL https://www.blogger.com/blog/post/edit/8563148637061168596/3202984947044363325
Komite Pembelajaran Berbasis Sekolah https://www.blogger.com/blog/post/edit/8563148637061168596/340944030051609025
Sukses Dengan Diferensiasi https://www.blogger.com/blog/post/edit/8563148637061168596/2438654042143348756
MENGHABISKAN WAKTU SECARA LANGSUNG MENGAJAR STRUKTUR PEMBELAJARAN KOLABORATIF
Anda dan rekan-rekan anda menemukan bahwa siswa hanya perlu merasa nyaman dengan struktur pembelajaran. Tahun lalu, anda memiliki tim mahasiswa Praktek Lapangan yang berpartisipasi dalam diskusi singkat tentang topik budaya pop dan topik lain yang mereka anggap menarik. Kegiatan ini menurunkan kecemasan sebagian besar siswa dan mengajari mereka cara berdiskusi dalam tim. Setelah itu, anda mengadakan sesi tanya jawab di seluruh kelas untuk membicarakan pengalaman dan cara meningkatkan diskusi.
Saat anda menjadi lebih baik dalam percakapan, anda perlu meningkatkan rutinitas kelompok. Siswa menjadi bertanggung jawab untuk membacakan target pembelajaran kepada kelas dan menjelaskannya satu sama lain, serta mereka belajar untuk masuk ke dalam timnya bila diperlukan dan dengan cepat menemukan peran dan tugasnya. Mereka juga harus merasa nyaman dengan penilaian diri sendiri dan teman sejawat.
<script async security="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2777427864397362"
crossorigin="anonymous"></script>
Pemodelan penting ketika menerapkan struktur pembelajaran baru. Terkadang anda menggunakan referensi singkat budaya pop atau pertanyaan yang menggugah pikiran untuk menunjukkan seperti apa percakapan yang anda harapkan. Akhirnya, anda sampai pada titik di mana anda akan mengatakan “Kembali ke Belakang, Tatap Muka”, “Fish Bowl”, atau “Kafe Dunia”, dan para siswa memahami maksud anda.
Cibuak:
Panduan Praktis Untuk Diferensiasi https://www.blogger.com/blog/post/edit/8563148637061168596/4672144036456968206
Perencanaan Pelaksanaan PBL https://www.blogger.com/blog/post/edit/8563148637061168596/3093202350467298839
Diferensiasi Dalam Pengajaran https://www.blogger.com/blog/post/edit/8563148637061168596/7278490267199839977
Pembelajaran Berbasis Proyek: Apa Itu?https://www.blogger.com/blog/post/edit/8563148637061168596/8125625517101167124
Ketika anda menyadari bahwa anda perlu berbuat lebih banyak untuk mendukung siswa dalam tim dengan memahami perancah yang disediakan, anda membeli permainan kartu berkode warna. Warna potongan kartu cocok dengan warna perancah bahasa yang saya tempatkan untuk diskusi tim. Saya mengajukan pertanyaan untuk debat, dan setiap kali seorang siswa menjawab pertanyaan tersebut, mereka harus meletakkan potongan warna yang sesuai pada perancah bahasa yang saya sediakan untuk mereka. Diskusi menjadi lebih menarik dan menggugah pikiran.
MEMBERIKAN PERAN YANG BERDAMPAK
Semua pembelajaran kolaboratif harus memiliki peran yang bermakna. Jaga agar peran dan deskripsinya tetap sederhana, lugas, dan selaras dengan tugas. Pastikan peran tersebut dipilih oleh siswa. Anda serahkan deskripsinya kepada siswa dan ajak mereka memilih peran mereka. Jika suatu kelompok mengalami kesulitan, anda latih mereka dengan bertanya, “Menurut kamu, peran apa yang terbaik bagi kamu? Keterampilan apa yang kamu miliki untuk peran ini?”
<script async security="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2777427864397362"
crossorigin="anonymous"></script>
Peran harus dapat disesuaikan tidak hanya untuk gaya kerja dan kepribadian siswa, namun juga untuk produk yang siswa ciptakan. Jika aktivitas tersebut tidak memerlukan penelitian, jangan sertakan peran “peneliti”. Jika tugas tersebut tidak memerlukan gambar, jangan sertakan peran “artis”. Bagi siswa yang memilih untuk tidak berbicara sebanyak orang lain, saya menciptakan peran “juru tulis”, di mana mereka bekerja sebagai pencatat.
Saat kami menyiapkan ruang kelas pada tahun ajaran ini, penting bagi kami untuk mengutamakan kebutuhan siswa, tugas berbasis standar, dan komunitas kelas ketika mempertimbangkan pembelajaran kelompok kolaboratif. Pahami bahwa dibutuhkan banyak usaha untuk menyukseskan hal ini di kelas, dan jangan menyerah jika awalnya tidak berjalan dengan baik. Ini adalah perjalanan yang berharga bagi Anda sebagai guru, dan juga bagi siswa Anda.
Guru hebat 'Inorenlawa Goblogiya' teman saya diakhir bertanya, "Apakah semua diatas ada terjadi di negeri ini?" Saya tidak mau menjawabnya karena pertanyaan itu anda lah yang bisa menjawabnya. Anda yang tahu karena saya disini adalah untuk meng'ota' anda.
"Anda dapat temukan arah pemikiran 'cewangputih' dan sebagai ragam madah pengetahuan dan disini:"
https://chat.whatsapp.com/EuuU3aWnMvQLsQoPzXWd8g
https://www.facebook.com/groups/1161463424621364/?ref=share
https://padirabah.blogspot.com
https://cewangputih.blogspot.com
IG pblcenter_
TikTok pblcenter




