"Cewangers" dan para guru. Sebelum memulai pembelajaran ada baiknya dilakukan asesmen. Dengan begitu anda akan mendapatkan gambaran ringkas tentang siswa anda dan ini sangat membantu pembelajaran anda dalam PBL nantinya. Dalam pedagogi dikenal dengan Assessment For Learning (AFL). Apa teori di balik AFL?
AFL sangat membantu dalam membuat pemahaman dan pengetahuan singkat tentang siswa yang akan menjadi agen pembelajaran dalam, seperti yang dijelaskan John Hattie, AFL membantu pelajar memahami seperti apa keunggulan itu dan bagaimana mereka dapat mengembangkan pekerjaan mereka sendiri untuk mencapai tingkat itu. Umpan balik memiliki efek positif pada prestasi pelajar. Dalam karya John Hattie tentang efektivitas pendidikan, Pembelajaran Terlihat untuk Guru (2011), Hattie peringkat strategi umpan balik 10 dari 150 faktor yang membawa peningkatan yang signifikan dalam hasil pelajar. Hal ini terutama benar jika strategi melibatkan umpan balik tentang pekerjaan pelajar itu sendiri.
Black dan Wiliam berpendapat bahwa jika guru menggunakan penilaian formatif sebagai bagian dari pengajaran mereka, siswa dapat belajar dengan kecepatan dua kali lipat. Penelitian Hattie juga menunjukkan bahwa menggunakan penilaian formatif di kelas membawa perbedaan dunia nyata dalam prestasi pelajar. Ada dua teori tantang AFL yang dapat dijadikan acuan asesmen pembelajaran sederhana PBL nantinya.
Teori atribusi
Teori atribusi mengatakan bahwa orang menjelaskan keberhasilan atau kegagalan mereka sendiri dengan cara yang berbeda. Beberapa faktor yang menyebabkan keberhasilan atau kegagalan dapat dikontrol dan beberapa tidak.
Contoh faktor yang mungkin dapat dikendalikan oleh pembelajar termasuk seberapa banyak usaha yang mereka lakukan dan seberapa tertarik mereka pada mata pelajaran tersebut. Faktor yang tidak dapat dikendalikan termasuk keberuntungan atau jumlah bantuan yang diterima siswa dari guru.
Peserta didik yang mengambil bagian dalam penilaian diri (sebagai bagian dari AFL) belajar untuk menghubungkan kegagalan dengan faktor-faktor yang dapat dikontrol. Misalnya, seorang pelajar yang mengerjakan tugas pekerjaan rumah dengan buruk mungkin menyadari bahwa mereka fokus pada materi pelajaran yang salah. Karena pilihan materi pelajaran berada dalam kendali mereka, mereka dapat meninjau, mengedit, dan meningkatkan pekerjaan. Menjadi terkendali dengan cara ini akan meningkatkan kepercayaan diri dan prestasi siswa.
Metakognisi
Metakognisi adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan 'berpikir tentang berpikir' dan mendukung gagasan penilaian diri. Metakognisi menunjukkan bahwa semua peserta didik harus mampu merefleksikan pembelajaran mereka sendiri, untuk memahami bagaimana mereka belajar dengan baik dan untuk menafsirkan kembali setiap pengetahuan, keterampilan dan pemahaman konseptual baru yang telah mereka peroleh.
Pembelajaran terjadi ketika siswa diberi kesempatan untuk membangun pengetahuan dan pengalaman sebelumnya. Penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa hanya memberi tahu peserta didik apa yang perlu mereka ketahui jauh lebih tidak efektif daripada membantu mereka membangun makna bagi diri mereka sendiri.
Untuk melihat tulisan lain cewangputih silahkan buka tautan berikut:
https://chat.whatsapp.com/EuuU3aWnMvQLsQoPzXWd8g
https://www.facebook.com/groups/1161463424621364/?ref=share
https://www.facebook.com/profile.php?id=100082340348628
Follow IG: @pblcenter_smandel

Tidak ada komentar:
Posting Komentar