Sabtu, 23 April 2022

Mengapa Pembelajaran Berbasis Proyek Mengungguli Instruksi Tradisional

<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2777427864397362" crossorigin="anonymous"></script>


Why Project-Based Learning Outperforms Traditional Instruction


Research shows that PBL can lead to better outcomes for many students—here are 5 reasons why it works.



Siswa yang terlibat dalam pembelajaran autentik semacam ini tidak hanya berprestasi sebaik rekan-rekan mereka dalam ujian, tetapi tampil lebih baik ketika memecahkan masalah dunia nyata dan memiliki lebih banyak kesuksesan jangka panjang di sekolah dan dalam kehidupan.

Siswa lebih mungkin untuk bertahan melalui tantangan ketika pembelajaran mereka memiliki tujuan yang lebih besar. Ketika siswa dalam kelompok penelitian menciptakan sistem irigasi untuk pertanian lokal, mereka menerjemahkan pembelajaran mereka tentang topik akademis seperti komposisi tanah dan dinamika ekosistem menjadi hasil yang bermakna.

Mengambil bagian dalam proyek yang membuat perbedaan dalam kehidupan masyarakat meningkatkan motivasi dan kepuasan yang diperoleh dari pekerjaan. Pembelajaran berbasis proyek mendorong siswa untuk menunjukkan apa yang mereka ketahui dengan berbagai cara, mulai dari membangun model hingga memberikan presentasi hingga menggambar diagram yang kompleks.

Dan mengundang para ahli ke ruang kelas untuk memberikan umpan balik menghubungkan pekerjaan dengan audiens baru, memungkinkan siswa untuk mendemonstrasikan pembelajaran dengan cara yang merangkul keahlian unik mereka—dan memperluas kerangka referensi mereka di luar tembok sekolah.

Pembelajaran berbasis proyek adalah olahraga tim. Ketika siswa bekerja sama untuk memecahkan masalah sulit, mereka mempelajari keterampilan sosial dan emosional utama seperti kerja tim, resolusi konflik, dan komunikasi. Keterampilan-keterampilan penting itu sangat penting untuk sukses di sekolah dan tempat kerja. Siswa datang ke kelas dengan pengalaman yang berbeda, dan pembelajaran berbasis proyek secara inheren bergantung pada beragam perspektif untuk mengatasi masalah.

Dengan menghargai pengalaman hidup individu sambil mendukung anak-anak untuk bekerja sama, kami menciptakan budaya memiliki, dan siswa dari semua latar belakang siap untuk sukses.

Pembelajaran berbasis proyek telah digunakan di seluruh kelompok kelas untuk membantu siswa mengembangkan keterampilan yang penting bagi keberhasilan mereka di sekolah, tempat kerja, dan kehidupan. Sementara banyak komponen membentuk PBL yang ketat, konsensus telah mulai dibangun di sekitar elemen apa yang membuatnya bekerja paling baik di kelas. Selama bertahun-tahun, sejumlah besar penelitian telah melihat kemanjuran pembelajaran berbasis proyek.

Bagi seorang guru yang akan mengimplementasikan strategi dalam pembelajaran berbasis proyek, ini bisa jadikan sebagai pedoman prosedural. Kolaborasi dengan pihak lain juga diperhatikan. Teman sejawat sesama guru berbeda mata pelajaran, siswa itu sendiri dan pihak ketiga. Konsep kolaboratif sebaiknya dengan rekan guru muda, energik dan berpikiran terbuka. Akan susah nantinya jika berkolaborasi dengan guru berpikiran instruksional tradisional yang didominasi oleh mereka yang akan pensiun. Daripada butuh waktu banyak menjelaskan kepada mereka, ditambah lagi merasa lebih lama makan asam garam dunia pendidikan? Apakah sebaiknya hindari saja yang akan merusak Capaian Pembelajaran yang akan didisain.




Jika menurut anda orang lain perlu tahu tentang artikel ini silahkan sebarkan dengan kekuatan medsos yang anda miliki




Ikon Diverifikasi Komunitas

Tidak ada komentar: