Minggu, 08 Juni 2025

Perpustakaan Tempat Pembelajaran Bahasa Asing

 <script async security="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2777427864397362"

     crossorigin="anonymous"></script>



Bagaimana jika seorang pustakawan sekolah dapat mengembangkan keterampilan literasi pembelajaran Bahasa Asing? Apa pendapat anda tentang itu? Apakah anda mengangguk? Atau menggeleng? Ini adalah pertanyaan pemanasan atau pertanyaan pemantik seperti yang biasa diucapkan seorang Ronal Laksana- guru Olahraga- disekolah yang sama dengan saya. Sengaja saya sampaikan pada anda agar pikiran anda menjadi 'terbit air' karenanya. Anda yang merasa guru hebat dalam platform "Penggerak" pastinya tidak akan dapat menghilirisasikan ini karena debit air anda tidak akan sampai mamenuhi kanal yang saya maksud. Apatah lagi anda yang bersumbu pendek, dapat diterka sebentar saja umur 'dama/lampu togok' anda menyala. Setelah itu dapat di'takap' ini akan 'pudur' dan dapat di-predict akan jadi 'galok' model ma'miciang-kan mato.

Pada semester genap tahun ajaran (TA) 2023/2024, saya diset menjadi Kepala Perpustakaan (Kapus) SMAN 13 Padang. Beresiko sebenarnya bagi data penerimaan tunjangan sertifikasi yang baru 'pacah talua' di semester ganjil TA 2023/2024 karena saya tidak punya sertifikat untuk menjadi Kepala Perpustakaan (Kapus). Saya terima saja tanpa basa disana dan basi disini. Ada comfort zone disitu karena saya bisa lebih punya banyak waktu untuk mendesain pembelajaran bahasa Inggris berbasis Virtual Exchange (VE). Ditambah lagi dengan School Partnership Program (SPP) dan Sister School (SS) mandiri. Ini bukanlah program yang datang dari atas atau langit dalam persamaan Top-Down. Atau jalan jalan ke luar negeri atau luar pulau, overland atau city tour dengan berkunjung dan berfoto di sekolah disana dengan spanduk yang dibawa dari sini. Itukan yang pernah ada diantara anda lakukan? Itu jugakan yang anda jargonkan sekolah hebat?

Hal lain yang tidak akan 'talap dek ina' adalah tentang 'The Protocol of Donny Boy' yang saya siapkan untuk impian menjadikan SMAN 13 Padang perlahan menjadi sekolah pilihan bagi siswa tingkat Junior High School dalam mengembangkan dan kesempatan bercakap-cakap dalam bahasa Inggris. Protokol yang dimaksud telah tersampaikan kepada Kelompok Kerja Guru (KKG) Bahasa Ingggris SMAN 13 Padang. Ditambah lagi dengan SPP dan SC yang in progress kesana dengan sekolah lain dari luar Indonesia. English Language Learning (ELL) berbasis pustaka adalah frame ide gila ini.

 <script async security="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2777427864397362"

     crossorigin="anonymous"></script>



Caliak:

Saya akan deliverikan kepada anda untuk dapat anda sadur, ambil, tiru, 'cenet', klaim dan caplok ide ini biar saya tidak sendirian dan anda soraikan kepada saya 'you will never walk alone'. Menjadi sekolah bilingual adalah sesuatu yang jauh bagi sekolah negeri di negeri ini. Pernah ada platform gagal yang bernama Sekolah Bertaraf International (SBI) yang nampaknya menjadi kenangan dan rekam jejak yang membuat anda tersipu malu-maluin ketika itu diungkit kembali dalam pembicaraan dalam 'ota lapau'. Meskipun hal itu terdengar menjanjikan, perlu disadari bahwa setiap pamangku kepentingan di bidang Pendidikan perlu berperan agar inisiatif itu diwujudkan kembali. Kalau ditingkat guru, kepala sekolah dan pemangku pendidikan 'indak talok', pustakawan merupakan bagian integral dari rencana ambisius ini, dan ada sejumlah cara yang dapat mereka ambil untuk mendukung bilingual di Sekolah' dan meningkatkan tingkat melek huruf pelajar dalam berbahasa Ingggris utamanya.

Seperti 'nan taralah' saya sarankan anda untuk berhenti saja disini bagi anda yang bersumbu pendek dan 'tagaduah' Language Acquisition Device (LAD) anda. Terlepas dari pendanaannya, ada banyak cara yang dapat dilakukan pustakawan sekolah untuk mendukung keterampilan literasi pembelajar bahasa Ingggris (ELL) dan siswa multi Bahasa. Sekali lagi mundurlah anda dari sini sebelum anda onani pemikiran sampai sampai keluar air liur anda keasyikan dengan 'otaan' ini. Apakah anda skeptis? Jika ya maka anda akan menyeringai mencibir dan bergumam dan mengatakan saya 'gadang ota'.

Saya memperhatikan selama beberapa hari semenjak menjadi kepala perpustakan SMAN 13 Padang dan ini adalah menjadi bagian tugas baru saya. Saya yakin perpustakaan sekolah di seluruh negeri ini akan melihat bagaimana pustakawan merancang ulang ruang untuk mendukung pertumbuhan sosial, emosional, dan kreatif siswa—sambil tetap memprioritaskan bacaan yang bagus. Ketika itu dialamatkan pada anda sebagai guru apa yang harapkan terhadap keberadaan pustaka sekolah saat ini. Apakah mungkin membuat perpustakaan menjadi sebuah tempat terbaik di sekolah? Pastinya ini juga dialamatkan pada perpustakaan di sekolah anda, karena sepertinya kebanyakan perpustakaan sekolah hanya menjadi sebuah gudang buku-buku paket dan tempat sirkulasi dari dan ke tangan siswa. Seperti biasa, saya akan mencoba 'maota' anda dalam keliaran analisa keadaan saat ini yang terpampang di depan mata tapi diacuhkan.

Pada saat tertentu, ada siswa mengunjungi perpustakaan di SMAN 13 Padang seringkali saat pertukaran jam karena disuruh guru untuk mengambil/mengembalikan buku paket dan selama jam istirahat mereka. Dengan kata lain, siswa memilih untuk menghabiskan “sedikit waktu tidak terstruktur yang mereka miliki,” di dalam perpustakaan.

Perpustakaan yang baru saja direnovasi—sekarang dikenal sebagai Learning Commons—adalah pusat serbaguna yang terang dan luas di dalam sekolah. Terdapat meja bistro tempat anak-anak dapat bekerja bersama; tempat duduk yang nyaman dan fleksibel; ruang pembuat tempat siswa dapat mengeksplorasi aktivitas seperti menjahit dan membuat perhiasan; studio rekaman dan produksi audio; dan studio produksi video tempat anak-anak dapat membuat video TikTok atau YouTube menggunakan ponsel atau laptop yang disediakan sekolah. Tempat ini jauh berbeda dari sebelumnya—lembar kehadiran tahun 2008 mencatat hanya 21 siswa yang masuk ke perpustakaan pada suatu hari.

 <script async security="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2777427864397362"

     crossorigin="anonymous"></script>



Cigok:



Ikuti di;

https://chat.whatsapp.com/EuuU3aWnMvQLsQoPzXWd8g

https://www.facebook.com/groups/1161463424621364/?ref=share

https://padirabah.blogspot.com

https://cewangputih.blogspot.com

@pblcenter_


Tidak ada komentar: