Bismillah
Sebagai pendidik, saya sama seperti anda karena kita semua sadar akan pentingnya "membangkitkan"; (1) rasa ingin tahu dan (2) motivasi siswa untuk belajar. Dua elemen tersebut adalah anasir untuk muara meningkatkan "keterlibatan" mereka. Kedua vektor membangkitkan dan meningkatkan disitulah harus dihadirkan/disiasati/dipersiapkan pemberian kesempatan untuk mengerjakan tugas/kegiatan yang bermakna untuk memecahkan masalah di dunia nyata.
Akan tetapi, 'kejangak-an' pikiran saya sebagai seorang guru Bahasa Inggris di SMAN 13 Padang yang terstreotip oleh mereka yang tidak paham karena kecacatan berfikir dengan label yang sama -dispute- dengan kenyataan tekanan. Saya pelan pelan menjelaskan pada anda dengan seksama dan dalam tempo yang tidak singkat agar anda mencernanya dengan santai sambil menghiraukan arah kemana anda akan saya kanalisasi dengan 'ota' saya. Sanggupkah anda sebagai guru saat ini berada dibawah tekanan yang besar untuk memenuhi standar agar siswa anda melewati kelulusan minimal yang mengukur kemahiran? Dalam banyak kasus, kurikulum dan pengajaran telah dibatasi oleh panduan kecepatan yang ketat dan fokus pada pembelajaran yang terpisah. Apa pendapat anda tentang algoritma ini?
Seperti biasa, anda dengan 'sok paten' mengatakan saya berkolaborasi (entah kapan) dengan rekan sejawat mapel lain dan bahkan setiap minggu (apa iya) yang berbagi pembelajaran yang (1)lebih mendalam (2)dapat dicapai ketika siswa saya diberdayakan untuk merancang pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa saya. Anda yang terbiasa dalam melaksanakan profesi sebagai guru dengan sekedar standar tidak akan mau keluar dari zona anda tersebut untuk berbagi pelajaran yang autentik, langsung, menantang dan bertujuan. Pelajaran yang saya maksud adalah membahas lebih dari sekedar standar yang tidak menuju pada pengkayaan literasi. Sepertinya isi 'kampia' anda segitu segitu saja dari awal sampai sekarang.
Siswa anda saat ini adalah mereka yang tidak sama pengalaman, style, passion, art, genre music, dan orientasinya dengan anda. Mereka sekarang berfokus pada banyak keterampilan perangkat lunak yang saya tahu itu penting untuk keberhasilan siswa di perguruan tinggi, karier, dan kehidupan - keterampilan seperti mampu berkolaborasi, menciptakan, memecahkan masalah, berkomunikasi secara efektif, berfikir kritis, dan mampu menyampaikan isi pemikiran.
Ada beberapa tindakan yang dapat anda ambil sekarang untuk memberdayakan anda sebagai guru guna mencapai tingkat pembelajaran yang lebih mendalam ini. Melalui desain instruksional yang disengaja, kita dapat membimbing siswa untuk berpikir kritis tentang argumen, konsep, dan ide serta menciptakan solusi untuk masalah dunia nyata. Seperti diawal anda bisa 'kunyah' ini lambat-lambat dibanding anda 'lulua mantah-mantah'. Cobalah 'talungkuik talantangan' 8 Langkah Menuju Pembelajaran yang Lebih Mendalam (Deep Learning).
Pertama; Sasaran Pembelajaran dan Kriteria Keberhasilan: Setiap pelajaran yang hebat dimulai dengan sasaran yang jelas tentang apa yang perlu diketahui dan dapat dilakukan siswa. Sasaran, yang disertai dengan kriteria keberhasilan, harus dikomunikasikan kepada siswa dengan cara yang memperjelas harapan kita dan berfungsi sebagai panduan untuk penilaian diri.
Kedua: Konten dan Produk yang Menarik: Di luar standar yang terpisah, guru memiliki kesempatan untuk menggunakan konten dan harapan kinerja untuk menciptakan masalah atau situasi dunia nyata bagi siswa untuk dipecahkan. Pengalaman belajar yang menawarkan tugas-tugas interdisipliner yang autentik memberikan relevansi dan meningkatkan rasa ingin tahu siswa.
Ketiga: Budaya kolaboratif. Pembelajaran bersifat sosial, dan penyertaan kolaborasi yang disengaja di seluruh proses pembelajaran sangat menarik bagi siswa. Ada banyak pilihan desain untuk kolaborasi, termasuk kelompok yang fleksibel, mitra, bimbingan sebaya, seminar Socrates, diskusi akademis, dan pakar daring
Keempat: Pemberdayaan Siswa. Kepemilikan siswa atas pembelajaran mereka meningkat secara eksponensial ketika mereka diberi pilihan tentang cara menunjukkan penguasaan atau membuat produk atau kinerja akhir, termasuk menggunakan alat dan sumber daya digital. Selain itu, mengundang siswa untuk memberikan masukan tentang apa yang mereka pelajari dan bagaimana mereka terlibat dengan konten memungkinkan mereka memainkan peran sebagai perancang bersama.
Kelima: Instruksi yang Disengaja. Strategi berbasis bukti harus dipilih dengan cermat agar memiliki dampak terbesar pada tujuan pembelajaran. Salah satu strategi tersebut adalah model pelepasan tanggung jawab bertahap, yang menyediakan struktur untuk instruksi dan pemodelan langsung ("tunjukkan kepada mereka") dan praktik terbimbing pada suatu tugas ("bantu mereka"), sebelum siswa mencobanya secara mandiri ("biarkan mereka").
Keenam: Alat dan Sumber Daya Autentik. Siswa harus memiliki akses ke berbagai alat dan sumber daya, baik cetak maupun digital, selama proses pembelajaran dan saat membuat produk untuk menunjukkan pembelajaran mereka. Menyediakan berbagai alat menawarkan pilihan bagi siswa dan menekankan proses daripada produk. Strategi digital seperti pembelajaran campuran dan kelas terbalik menawarkan pengalaman yang kaya yang sangat menarik dan menghargai cara siswa belajar dan berkreasi.
Ketujuh: Fokus Pada Literasi. Terlepas dari kontennya, membaca, menulis, dan berbicara harus dimasukkan ke dalam setiap pengalaman belajar. Paparkan siswa pada berbagai teks, sumber primer dan sekunder, dan sumber daya daring. Libatkan siswa dalam kesempatan untuk sering menulis—misalnya, dengan menugaskan laporan lab, manual teknis, cerita naratif, ringkasan penelitian, makalah opini, atau buku catatan interaktif.
Kedelapan: Umpan Balik Untuk Pembelajaran. Sepanjang pengalaman belajar, ada putaran umpan balik untuk memberi siswa panduan tentang kemajuan mereka menuju tujuan pembelajaran. Umpan balik ini dapat berupa guru-ke-siswa, siswa-ke-siswa, atau penilaian diri. Umpan balik bersifat formatif dan memberikan siswa rasa aman dan terjamin karena mengetahui bahwa mereka dapat mengambil risiko dan mencoba hal baru tanpa takut gagal.
Pranata Lain:
https://www.blogger.com/blog/post/edit/8563148637061168596/5575230950592117301
https://www.blogger.com/blog/post/edit/8563148637061168596/643137864926554368
https://www.blogger.com/blog/post/edit/8563148637061168596/4351891654441825489
https://www.blogger.com/blog/post/edit/8563148637061168596/7656997912289994613
https://www.blogger.com/blog/post/edit/8563148637061168596/6065151370294817299
https://www.blogger.com/blog/post/edit/8563148637061168596/7851827514699353342
https://www.blogger.com/blog/post/edit/8563148637061168596/9179204410309748997
https://www.blogger.com/blog/post/edit/8563148637061168596/5864194244297282972
https://www.blogger.com/blog/post/edit/8563148637061168596/3111028587376722777
https://www.blogger.com/blog/post/edit/8563148637061168596/5653542967944637108
Ikuti di



Tidak ada komentar:
Posting Komentar