Komite Pembelajaran Berbasis Sekolah (KPBS) terstruktur dengan baik untuk meningkatkan semua aspek pembelajaran berbasis proyek. Menurut Andrew Miller 2019, banyak sekolah di belahan dunia sana memiliki struktur untuk mendukung pekerjaan sekolah dalam pengembangan pendidikan. Mereka adalah tim yang mendedikasikan waktu untuk merencanakan bersama, menganalisis data, dan merencanakan intervensi dan pengayaan untuk sekolah. Mereka berkolaborasi untuk mendukung prestasi siswa dan menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama untuk semua siswa. Apa itu? Bagaimana? Bisakah ini disini? Anda yang skeptis berhenti disini. Anda yang streotipe jangan lanjutkan. Anda yang 'sok paten' skip saja ini. Karena ini tidak ditujukan pada anda.
"Anda dapat temukan arah pemikiran 'cewangputih' dan sebagai ragam madah pengetahuan dan disini:"
https://chat.whatsapp.com/EuuU3aWnMvQLsQoPzXWd8g
https://www.facebook.com/groups/1161463424621364/?ref=share
https://padirabah.blogspot.com
https://cewangputih.blogspot.com
@pblcenter_
@4alam_official
Ide KPBS bisa dimasukkan kedalam keranjang menambah runyam dunia persekolahan. Karena hanya menambah tumpukan lembaga/badan/struktur sekolah yang banyak nama sedikit fungsi. Sebut saja, Komite Sekolah, Komite Pembelajaran, Supervisor, Pengawas Sekolah, Pengawas Binaan, Propela, KKG, dan apa sajalah itu namanya. Mereka punya fungsi tersendiri (dalil pembenaran) yang kadang tumpang tindih dan berjalan sendiri-sendiri. Geli jadinya, karena gaya dan pendekatan pembelajaran tidak juga berubah, berbanding dengan nama dan jargonnya. Simultansi monoton ini diselusuri oleh "the principal of school". Pemikiran sederhananya adalah biarkan semua mereka diatas berjalan menurut jerih payahnya, dan mereka secara serius dijadikan KBPS untuk berkolaborasi sesuai anasir mereka untuk peningkatan pembelajaran sekolah dan mutu sekolah. Mengerucut atau mengembang KBPS inilah yang tampilannya menjadi PBLCenter tiap sekolah.
"Jika menurut anda ini berguna untuk dunia pendidikan dan orang lain diluar anda perlu tahu ini, silahkan bagiakan seberapa bisa anda. 'cewangputih' merasa senang jika banyak orang lain tahu tentang ini."
Budaya dan pekerjaan ini dapat meningkatkan implementasi pembelajaran berbasis proyek (PBL), tetapi guru mungkin kesulitan untuk melihat bagaimana KPBS dapat mendukung PBL. Alih-alih menganggap KPBS dan PBL sebagai aspek yang terpisah dari pekerjaan mereka. Namun, ada cara khusus untuk membuatnya bekerja secara harmonis. Siklus proyek yang selaras dengan elemen KPBS dapat memastikan keberhasilan PBL yang lebih besar dalam hal pembelajaran guru dan siswa.
MENINGKATKAN IMPLEMENTASI PBL DENGAN KPBS
Kolaborasi Luar Biasa: KBPS "one piece" akan menjadi sakral untuk duduk bersama secara tim. Seluruh proses KBPS mendorong pertumbuhan profesional setiap individu, tetapi tim perlu menciptakan waktu untuk belajar dan diskusi bersama. Ini mungkin termasuk memeriksa bacaan pendek, video, sumber daya, bahan ajar dan lain lain sebagai sebuah Silabus Sekolah.
Waktu belajar bersama ini dapat digunakan untuk fokus pada aspek PBL. Mungkin sebuah tim belajar lebih banyak tentang merancang proyek yang efektif, atau membaca artikel tentang implementasi dan penilaian. Ini mungkin keluar dari tujuan unsur KBPS untuk tahun ini, atau dari refleksi pada proyek sebelumnya. Pembelajaran ini hanya dapat meningkatkan proyek PBL guru di masa depan. 'Baandai-andai urang dulu, babida-bida urang kini', ada dari anda yang adopsi ide ini.
Perencanaan Kolaboratif: Tim KPBS merencanakan pengajaran dan penilaian berkualitas tinggi. Ini cocok untuk PBL karena tim dapat merencanakan proyek bersama. Komponen perencanaan khusus pekerjaan KBPS meningkatkan perencanaan proyek: Dengan membongkar standar, tim dapat memastikan bahwa proyek jelas mengenai target penilaian dan bahwa mereka memiliki pemahaman yang sama tentang pencapaian siswa. Tim KBPS juga cocok untuk merencanakan penilaian dalam sebuah proyek, baik formatif maupun sumatif, termasuk produk utama dan pencapaian bahkan untuk ikut ikutan dalam frame panen karya. Serasa tidak sabar menunggu ini ada yang merealisasikan.
Selain itu, tim dapat merencanakan pelajaran umum yang mereka rasa perlu diajarkan oleh semua guru. Penting dalam proses ini untuk memercayai tim dan guru individu, dalam mempertimbangkan apa yang perlu dan tidak perlu direncanakan bersama—ini akan memungkinkan masing-masing guru memiliki otonomi dan bereksperimen dalam konteks pelaksanaan proyek.
Kritik dan Penyesuaian Proyek: Banyak sekolah mengharuskan semua proyek disetel sebelum implementasi sesuai tuntutan diatasnya. Kepala Sekolah adaptif tidak mau keluar dari pakem ini. Penyesuaian proyek adalah cara yang bagus untuk mendepersonalisasi instruksi, mendapatkan umpan balik dari rekan kerja, dan mempromosikan kolaborasi di berbagai tim.
Melihat Data dan Pekerjaan Siswa: Komponen penting dari pekerjaan KBPS adalah memeriksa pekerjaan siswa. Dengan melihat pekerjaan siswa, kami berbagi tanggung jawab kolektif untuk semua siswa dalam suatu kursus, dan mengidentifikasi siswa yang siap untuk pengayaan, menskafolding siswa yang membutuhkan intervensi dan bahkan mungkin diferensiasi. Ada banyak protokol untuk memeriksa pekerjaan siswa di luar sana, sehingga tim dapat memilih atau mengembangkan yang sesuai untuk digunakan sendiri. Coba tuntut mereka untuk kreatif, pembuktian terbalik dengan tampilan Komite Sekolah, Komite Pembelajaran, Supervisor, Pengawas Sekolah, Pengawas Binaan, Propela selama ini seperti duduk manis main perintah.
Saat sebuah tim sedang melaksanakan proyek PBL, tonggak proyek besar atau pos pemeriksaan formatif adalah kesempatan besar untuk berkumpul bersama untuk memeriksa pekerjaan siswa. Saat guru memeriksa data, mereka juga dapat mengidentifikasi strategi pengajaran yang sangat efektif. Misalnya, mungkin menjadi jelas bahwa satu kelas telah lebih berhasil daripada yang lain pada saat ini, yang menjadi kesempatan bagi guru untuk belajar dari satu sama lain. Inilah penampakan dari kerja KBPS.
Diferensiasi dan Intervensi: Sementara diferensiasi terjadi secara konsisten selama proyek PBL, guru juga dapat merencanakan intervensi dan peluang pengayaan yang lebih formal setelah mereka menganalisis pekerjaan dan data siswa.
Misalnya, guru mungkin menggunakan pendekatan “kelas bertumpuk” jika ada lebih dari satu guru untuk kelas atau tingkat kelas—guru yang berbeda dapat memberikan pelajaran khusus untuk siswa tergantung pada kebutuhan mereka. Atau KBPS dapat merencanakan instruksi atau intervensi kelompok kecil dengan bantuan spesialis (pihak ketiga)
Penting untuk diingat bahwa ini lebih dari sekadar siswa yang tidak berprestasi—siswa yang membutuhkan tantangan dan pengayaan dalam proyek juga dapat diidentifikasi oleh KBPS, dan langkah-langkah dapat diambil untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Refleksi dan Perayaan: Pada penutupan proyek PBL, penting untuk meluangkan waktu untuk merenungkan efektivitas proyek secara keseluruhan. Guru mungkin berdialog tentang pertanyaan panduan khusus, atau membuat jurnal tentangnya dan kemudian membagikannya. Tim BBPS dapat menggunakan waktu untuk menangkap refleksi ini dan merayakan keberhasilan mereka.
Ini juga merupakan kesempatan untuk menetapkan tujuan tim baru atau memantau kemajuan yang sudah ada. Kita harus meluangkan waktu untuk merayakan pembelajaran siswa dan pembelajaran guru.
PBL dan KBPS berjalan berbegangan tangan dengan harmonis sambil melagukan nyanyian gembira dan ceria bersama dengan sangat baik. Pekerjaan KBPS dapat meningkatkan pelaksanaan proyek secara keseluruhan dan mendorong perbaikan di masa depan. Guru yang bekerja sama dapat melakukan pekerjaan ini, dan PBLCenter sekolah juga dapat mendukungnya.
KBPS hanyalah sebuah nama yang bisa menjadi singkatan singkatan lain menurut selera anda. Anda disini adalah mereka yang yang menjadi kepala sekolah saat ini dan mereka yang duduk di lembaga penguasa pendidikan di negeri ini. Intinya (dengan sambil menakah iko-ikoan) adalah ide sederhana seperti diawal ini untuk keefektifan dan pergerakan yang bagus untuk pendidikan kedepan. Berharap idenya berjalan dengan kontribusi membangun dari anda anda yang merasa banyak makan asam garam disitu. Anggap saja ini adalah keliaran berfikir yang tidak mungkin bisa anda iringi dan tidak 'talap dek' anda melakukannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar