Minggu, 03 April 2022

Perspektif Siswa : PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK




<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2777427864397362"
     crossorigin="anonymous"></sc 

Diadapsi dari tulisan Jason Kruger

Sebagai pendidik, kita sering melupakan cara pandang siswa. Sangat mudah untuk mempelajari Standar Negara, nilai ujian, dan perencanaan pelajaran. Tapi, apa yang terjadi ketika kita berhenti dan melihat dampak nyata dari Pembelajaran Berbasis Proyek pada siswa?


KELAS MODERN

Bel berbunyi, para siswa berjalan bolak-balik, pensil jatuh di atas meja, dan akhirnya keheningan mengatasi suara-suara kelas. Keheningan yang menyesakkan itu, perasaan yang sangat dikenal oleh para siswa, menandakan malapetaka yang akan datang dari mata pelajaran kering lainnya. Saat jarum jam berdetak, siswa, satu per satu, melepaskan diri. Mengapa mereka harus tetap terjaga jika siswa pintar di depan kelas menjawab semua pertanyaan guru?

Pada akhir pelajaran, hanya sedikit siswa yang masih mendengarkan guru. Sementara mayoritas siswa lebih asyik dengan menerawangkan pikiran dan melalang buanakan kegiatan mereka, dan bahkan ada kepala mereka berbaring diam di meja mereka di genangan air liur.


PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK: MEMBUAT SISWA BERSEMANGAT

Ruang kelas di sekolah anda dipenuhi dengan pemandangan seperti ini. Saat ini, sebagian besar siswa tidak termotivasi untuk berada di kelas sama sekali, apalagi mengikuti proses belajar mengajar yang anda bangga banggakan. Anak-anak ingin sekali melakukan sesuatu, membiarkan kreativitas mereka mengalir dan menemukan sesuatu yang baru. Mereka pintar, anda yang bebal memaksakan target kejar tayang anda untuk tujuan finansial anda. Anda tidak peduli dan cenderung mencak mancak jika pemahaman siswa anda rendah. Setelah itu, anda akan bebankan siswa anda dengan latihan, tugas dan pekerjaan rumah yang padat dan beban bagi mereka.

Siswa menyadari bahwa diajarkan sesuatu berbeda dengan melihat sesuatu, terlibat aktif dalam mengapa sesuatu terjadi. Ketika siswa melompati pagar dari pembelajaran teoretis ke Pembelajaran Berbasis Proyek, keajaiban terjadi. Gairah tersulut, ide berlimpah, dan rasa ingin tahu dimanifestasikan pada semua orang yang terlibat

Baca juga:
https://www.blogger.com/blog/post/edit/8563148637061168596/8225703050183507720
https://www.blogger.com/blog/post/edit/8563148637061168596/5864194244297282972
https://www.blogger.com/blog/post/edit/8563148637061168596/7028646500986258451

MENCIPTAKAN DAMPAK DAN MEMORI

Lihat dan pelototi dengan mata anda, pembelajaran teoritis yang terpaksa anda paksakan bergantung pada siswa secara aktif mendorong pikiran mereka tanpa tujuan dan atau tanpa hasil yang jelas. Pembelajaran Berbasis Proyek memberi siswa tujuan untuk dikerjakan, dan membuat mereka tetap terlibat. Seringkali, mereka juga aktif secara fisik dalam proses, yang meningkatkan pengalaman dan menciptakan ingatan yang jelas yang membantu siswa mengingat apa yang telah mereka pelajari.

Otak kita bekerja secara spasial, jadi ketika semuanya dipelajari dalam satu ruang kelas, menjadi lebih sulit untuk memilih bagian informasi tertentu. Tetapi jika seorang siswa mempelajari atau meneliti sesuatu di lokasi tertentu, mereka akan memiliki ingatan yang berbeda tentang apa pun yang mereka pelajari terkait dengan lokasi itu.


KESIMPULAN PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK

Pengamatan ini telah menyebabkan banyak sekolah membuat kemajuan menuju pembelajaran Berbasis Proyek. Bahkan, Sekolah Menengah, Atas dan atau Pertama harus memutuskan untuk beralih ke masa datang dan memulai prototipe itu sekarang. Banyak guru yang menugaskan laboratorium, presentasi, debat, dan proyek sebagai pengganti ujian dan remedi jika gagal. Siswa harus bekerja dengan rajin untuk mendapatkan nilai bagus daripada mengandalkan tebakan pilihan ganda dan essay yang menjadikan siswa anda curang atau lakukan apa saja untuk dapat angka bagus.

Banyak siswa menikmati Pembelajaran Berbasis Proyek, karena mereka memiliki lebih banyak pengaruh atas apa yang mereka pelajari. Setiap individu dapat menyelami segala macam minat, tumbuh dalam pengetahuan dan rasa ingin tahu tentang sesuatu yang menarik bagi mereka.

Pendidik memiliki akses ke banyak sumber belajar yang membantu anak-anak terlibat di dalam kelas dan mempertahankan rasa ingin tahu bawaan mereka. Bahkan, Anda berada di situs web untuk salah satu sumber itu sekarang! Sejauh kelas pendidikan berjalan, kemungkinan besar hanya beberapa siswa di sekolah anda yang benar-benar suka mengikutinya.

Sebagian besar dari kita, pada titik tertentu, terpesona oleh bintang-bintang yang menggantung di atas kita pada malam hari dan melakukannya dengan memberikan contoh utama Pembelajaran Berbasis Proyek. Seperti peluncuran balon cuaca. Saat kamera balon terbang di atas atmosfer, teknologi canggih balon menganalisis kondisi atmosfer, memberikan banyak tempat menarik bagi siswa yang terlibat. Alih-alih menggerutu, siswa yang tidak puas tertidur di kelas, Pembelajaran Berbasis Proyek akan membuat kelas berteriak-teriak dengan kegembiraan, dengan mata yang cerah dan pikiran yang rela. Segera, pikiran mereka akan lepas landas, dan siapa yang tahu? Kinilah saatnya untuk anda putuskan pergi atau tinggal. Mungkin sebuah ide akan muncul yang akan mengubah dunia dan anda ada disitu....


Cewangputih adalah blog yang konsern pada masalah pendidikan dan peradaban untuk memperkaya ragam madah pengetahuan. Ingin mendapatkan langsung konten cewangputih jadilah "dunsanak cewangputih" dan "guru go-blog"
https://chat.whatsapp.com/EuuU3aWnMvQLsQoPzXWd8g
https://www.facebook.com/groups/1161463424621364/?ref=share






 


Tidak ada komentar: